Minggu, 10 Mei 2026

60 Perahu Nelayan di Pantai Jayanti Cianjur Rusak Dihajar Ombak Tinggi, BPBD Ingatkan Cuaca Ekstrwm

jumlah perahu nelayan terdampak gelombang tinggi di Pantai Kayanti Cianjur bertambah menjadi 60 perahu.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
Instagram/@uncalhiji
RUSAK - Puluhan perahu milik nelayan di Pantai Jayanyi Cianjirusak dihantam gelombang tinggi. Ilustrasi Pantai Jayanti Cianjur 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 60 perahu milik nelayan yang berlabuh di Pantai Jayanti rusak dan tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Wangwang Kuswaya mengatakan, gelombang tinggi dan cuaca ektream yang terjadi di wilayah Pantai Cianjur selatan sudah terjadi pada Senin (28/7/2025).

"Dari awal terjadinya cuaca ekstream hingga Rabu (30/7/2025) kemarin, dilaporkan ada sebanyak 46 perahu milik nelayan yang rusak dan tenggelam," katanya pada wartawan, Jumat (1/8/2025).

Berdasarkan data terbaru lanjut dia, yang didapat dari Koordinator Relawan Tangguh Bencana (Retana) Cidaun jumlah perahu nelayan terdampak bertambah menjadi 60 perahu.

"Dari ke 60 perahu nelayan terdampak itu, tiga di antaranya hilang, dan 57 lainya rusak dan tenggelam di area dermaga Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun," kata dia.

Baca juga: Perahu Nelayan Tanpa Awak Terdampar di Pantai Timur Pangandaran, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Selain itu ia mengatakan hingga saat ini cuaca ekstream masih terjadi, dan ketinggian gelombang mencapai 3 meter sampai 4 meter.

"Berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini memang tengah memasuki puncak cuaca ekstream. Sehingga
cuaca buruk dan gelombang tinggi itu diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari kedepan," katanya.

Dia meminta nelayan dan masyarakat untuk tidak memaksakan melaut hingga gelombang tinggi dan cuaca ektream reda.

"Kami harap nelayan tidak memaksakan diri, supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Retana setempat untuk memantau kondisi terkini gelombang tinggi," kata dia.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved