Liputan Eksklusif
Kabupaten Tasik Darurat Sekolah Rusak, Dewan Minta Disdik Prioritaskan Perbaikan RKB
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh melihat bahwa dunia pendidikan dasar sedang krisis ketersediaan ruang belajar
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya meminta Disdik untuk memprioritaskan sekolah yang memiliki ruang kelas baru (RKB) yang rusak berat. Menyusul viral kondisi SDN Mandalawangi di wilayah Cikatomas.
Selain bangunan tidak layak pakai ternyata sekolah tersebut bekas Wabup Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengenyam pendidikan dasar dulu. Bahkan jarak dari kediamannya hanya 500 meter dari sekolah.
Saat ini wilayah Kabupaten Tasikmalaya sedang krisis sekolah rusak yang tak kunjung selesai, dan jumlahnya setiap tahun terus bertambah.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh melihat bahwa dunia pendidikan dasar sedang krisis ketersediaan ruang belajar yang seharusnya menjadi aman dan nyaman.
Baca juga: Menilik Kondisi Bangunan SDN di Cikatomas yang Rusak, Bekas Sekolah Wabup Tasik
Namun, kenyataannya berbalik dengan kondisi sekarang terdapat ribuan sekolah rusak yang terabaikan dan luput perhatian Pemkab Tasikmalaya.
"Memang kita lagi krisis ketersediaan ruang belajar yang memang aman nyaman yah, dalam artian banyak fasilitas sekolah baik SD, atau SMP yang memang kerusakan ruang kelasnya sangat besar, kalau sekarang naik 50 sampai 60 persen," ucap Asep ketika dikonfirmasi wartawan TribunPriangan.com, Kamis (24/7/2025).
Bahkan setiap SD ada ruang belajar yang kondisinya memprihatinkan termasuk rusak berat dan hampir setiap kecamatan itu pasti ada.
"Ini cukup prihatin dan harus segera ditindaklanjuti selektif mungkin oleh Dinas Pendidikan, dalam melakukan rehab dalam skala prioritas, mana saja SD yang ruang kelasnya yang emang urgent untuk dibangun," tegasnya.
Baca juga: Di Sekolah Bekas Wabup Tasik Belajar, Kini Rusak, Satu Ruang Diisi Dua Kelas dengan Sekat Triplek
Jangan sampai anak didik ini tidak bisa menggunakan fasilitas sekolah yang layak, tapi malah membahayakan.
"Disdik harus betul-betul setiap tahun anggaran itu harus menyentuh ke sekolah yang memang RKB dalam posisi rusak berat. Karena kita sadar tidak bisa menyelesaikan permasalahan itu dengan sekaligus, karena keterbatasan anggaran, baik sifatnya DAK ataupun DAU," jelas Asep.
Pihaknya juga sangat mendorong ke Disdik itu jangan sampai programnya tidak menyentuh hal substantif.
Contoh dasarnya soal pengadaan buku yang sebetulnya itu bisa di rem dulu yang setiap tahun harus pengadaan buku tapi ada ruang belajar tidak diperbaiki.
Terus ada program multimedia yang di rasa tidak begitu urgent untuk sekarang ini, dan ini menjadi permasalahan.
"Jadi ketepatan dan prioritas yang perlu didahulukan, supaya anak didik kita ketika belajar nyaman dan aman," kata Asep.
Bisa disebut Kabupaten Tasikmalaya sedang darurat sekolah rusak, karena fasilitas pendidikan dasar sudah sangat memprihatinkan. (*)
Baca juga: Selain SDN Mandalawangi, Disdik Catat Masih Banyak Sekolah Rusak Berat di Kabupaten Tasikmalaya
| Komisi IV DPRD Kabupaten Tasik Bakal Panggil Disdik untuk Ketahui Update Data Seluruh Sekolah Rusak |
|
|---|
| Soal Kerusakan SDN Mandalawangi, Wabup Tasik Asep: Jangan Gara-gara Saya Jadi Sorotan |
|
|---|
| Selain SDN Mandalawangi, Disdik Catat Masih Banyak Sekolah Rusak Berat di Kabupaten Tasikmalaya |
|
|---|
| Di Sekolah Bekas Wabup Tasik Belajar, Kini Rusak, Satu Ruang Diisi Dua Kelas dengan Sekat Triplek |
|
|---|
| Menilik Kondisi Bangunan SDN di Cikatomas yang Rusak, Bekas Sekolah Wabup Tasik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-IV-DPRD-Kabupaten-Tasikmalaya-Asep-Saepuloh.jpg)