Kamis, 14 Mei 2026

Beras Oplosan

Tips dan Cara Bedakan Beras Asli atau Oplosan

Berikut ini terdapat artikel tentang edukasi Sayangi Keluarga! dengan Cara Bedakan Beras Asli dan Oplosan Sekalipun Premium

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Kompas.com
CARA BEDAKAN BERAS OPLOSAN - Sayangi Keluarga! Begini Cara Bedakan Beras Asli dan Oplosan Sekalipun Premium. Ilustrasi beras (Kompas.com/shutterstock) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Huru-hara penyebaran ratusan beras oplosan berlebel premium, belakangan ini menjadi topik hangat dikalangan masyarakat.

Pasalnya, merek-merek yang terindikasi tersebut banyak menjadi incaran para ibu rumah tangga sebagai kebutuhan pangan sehari-hari untuk keluarga.

Hal ini, bukan saja dapat merusak tatanan pangan nasional, tapi juga menambah peluang besar berbagai penyakit yang mengintai kesehatan keluarga, jika tidak diatasi.

Untuk itu, masyarakat perlu dengan tegas dan jeli melihat perbedaan saat memilih bahan pangan terutama kebutuhan pokok keluarga di rumah.

Berikut ini terdapat beberapa tips, yang bisa diikuti, agar terhindar dari produk beras oplosan sekalipun bermerek premium.

Baca juga: Bulog Sebut Belum Ada Kasus Beras Oplosan di Bandung Raya

Cara Bedakan Beras Asli dan Oplosan

Adapun, cara membedakan beras oplosan sejatinya sangat bisa diminimalisir dengan pembelian awal.

Pasalnya, beras dapat dikenali secara kasat mata, dengan tanda paling umum terlihat dari warna beras yang tidak seragam, ukuran butir berbeda, dan nasi terasa lembek setelah dimasak.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan patahan beras menjadi cara untuk membedakan beras oplosan dengan premium. 

Di mana beras premium memiliki lebih banyak beras utuh dibandingkan patahan.

“Jadi pertama, brokennya. Kedua, itu kelihatan utuh. Dia sangat kecil kadar airnya 14 persen,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Baca juga: Daftar Ratusan Merek Beras Sebarkan Produk Oplosan dan Rugikan Negara Rp 100 T, Ini Listnya

Senada, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi juga mengatakan jika alam konteks beras premium dan medium, misalnya, bila patahan beras lebih banyak dengan kadar broken mencapai 25 persen, maka bisa dipastikan beras tersebut merupakan beras medium.

Sedangkan beras premium seharusnya didominasi oleh butir utuh, hanya ada sedikit patahan beras.

Cara lainnya yaitu dengan melihat harga beras. 

Ini dikarenakan, beras premium umumnya berada pada rentang harga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram. Sedangkan beras medium di kisaran Rp12 ribu per kilogram.

Selain itu, merujuk pada Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, Bapanas telah merinci parameter yang bisa dijadikan acuan untuk menilai mutu beras.

Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk lebih teliti saat memilih dan membeli beras guna menghindari risiko kesehatan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dijadikan pedoman bagi para ibu saat memilih beras untuk kebutuhan keluarga di rumah:

Tips Cara Bedakan Beras Asli dan Oplos

1. Perhatikan Warna Beras

Jika warna beras terlihat terlalu putih mengkilap, kusam keabu-abuan, atau tidak seragam, bisa jadi itu beras oplosan yang telah dipoles ulang atau dicampur zat lain.

Pasalnya beras asli umumnya berwarna putih gading atau sedikit transparan. 

2. Aroma Beras Lebih Dominan Baru Kimia

Beras oplosan akan lebih dominan terendus aroma menyengat dari bahan kimia tak lazim, yang biasanya bisa saja mengandung bahan berbahaya.

Dikarenakan, beras asli memiliki aroma khas yang segar dan alami seperti bau padi atau tanah.

3. Kemunculan Benda Asing saat Proses Memasak

Saat mencuci beras, perhatikan jika ada benda asing yang mengambang seperti serpihan plastik, potongan serat, atau partikel halus yang tidak wajar. Ini bisa menjadi indikasi adanya campuran bahan berbahaya dalam beras.

4. Tekstur Berubah Setelah Dimasak

Beras oplosan sering kali menghasilkan nasi yang lembek, mudah hancur, dan kurang menggugah selera meski sudah dimasak sesuai takaran air, bahkan yang paling parah adalah mudah basi.

Pasalnya, beras asli biasanya menghasilkan nasi yang pulen dan tidak terlalu lembek saat dimasak.

5 Selalu Waspada dengan Beras Tanpa Label dan Sumber Tidak Jelas

Beras yang dijual tanpa label resmi atau dari penjual yang tidak terpercaya patut diwaspadai. Hindari membeli beras curah yang tidak diketahui asal-usulnya, karena berisiko mengandung bahan tambahan berbahaya.

Baca juga: 2 Petinggi Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka Baru Pertalite Oplosan Langsung Ditahan di Salemba

Daftar Brand Beras yang Tarafiliasi Pengoplosan

Sebagai peringatan dini, berikut ini terdapat sejumlah daftar merek beras yang diduga merupakan produk oplosan.

Kementan dan Satgas Pangan Polri sudah memberikan pernyataan bahwa sedang memanggil pemeriksaan ke beberapa perusahaan produksi beras diduga oplosan. 

Terkuak ada beberapa nama produk beras yang sudah dirilis agar masyarakat bisa berhati-hati.

Dimana, terdapat 212 dari 268 merek beras yang tak sesuai standar, mulai dari kualitas, berat, hingga harganya.

Untuk mengetahui merek beras premium apa saja yang diduga oplosan, simak daftar berikut:

  • Sania, Sovia, Fortune (produk Wilmar Group)
  • Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station,
  • Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. (produk PT Food Station Tjipinang jaya)
  • Raja Platinum dan Raja Ultima (produk PT Belitang Panen Raya)
  • Beras premium Ayana (produk PT Sentosa Utama Lestari).
    (*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved