Senin, 13 April 2026

SPMB Kota Tasikmalaya 2025

SPMB di SMA Pasundan 2 Tasik Kurang Diminati, Baru Ada 6 Siswa yang Daftar

Darusman menjelaskan, bahwa penurunan terjadi sejak ada sistem zonasi yang membuat sekola swasta kurang diminati calon siswa di Kota Tasikmalaya.

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Jaenal Abidin
MINIM PENDAFTAR - SMA Pasundan 2 Tasikmalaya baru menerima 6 calon siswa yang berlokasi di Jalan Liunggunung, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (7/7/2025). 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pendaftar di SMA Pasundan 2 Tasikmalaya baru menerima enam calon siswa. Kondisi ini membuat sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1986 semakin kurang diminati.

Bahkan setiap tahunnya terus menurun jumlah siswa yang mendaftar ke SMA Pasundan 2 Tasikmalaya yang berlokasi di Jalan Liunggunung, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Tak hanya jumlah pendaftar yang menurun, kondisi ruang kelas milik SMA Pasundan 2 Tasikmalaya sebagian sudah rusak. Bahkan halaman sekolah sudah banyak ditumbuhi rumput liar.

Area lahan SMA Pasundan 2 Tasikmalaya mencapai 1 hektare dan terbilang luas, tapi hanya beberapa area saja yang masih bisa digunakan.

"Saya tanya ke teman-teman disini, untuk jumlahnya masih rendah sekali, barusan ada 6 orang yang mendaftar," ungkap Kepala Sekolah SMA Pasundan 2 Tasikmalaya Darusman ketika ditemui wartawan TribunPriangan.com, Senin (7/7/2025).

Baca juga: Ketua Forum Komunikasi SMK Swasta Pangandaran Endus Dugaan Matikan Sekolah Swasta pada SPMB 2025

Darusman menjelaskan, bahwa penurunan terjadi sejak ada sistem zonasi yang membuat sekola swasta kurang diminati calon siswa di Kota Tasikmalaya.

"Penurunan ini sejak ada zonasi, bahkan orang Sukarindik pasti ke SMAN 2, karena kita dikelilingi sekolah negeri," jelas Darusman.

Menurutnya, dulu SMA Pasundan memiliki basis di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Namun, lambat laun jumlah siswa terus mengalami penurunan.

"Dulu basis SMA Pasundan 2 di Rajapolah, Ciawi dan Cisayong, tapi sekarang di Kabupaten sudah banyak SMA SMK setiap kecamatan," ungkap Darusman.

Baca juga: Forum Komunikasi SMK Swasta di Pangandaran Menilai SPMB 2025 Masuk Kejahatan Sosial

Ketika ditanyai soal sistem 50 orang setiap kelas menjadi alasan yang paling berat semua Kepala Sekolah swasta dan Negeri.

"Ya berat sekali dengan sistem 50 orang setiap kelas, kecuali yang boarding school," ucap Darusman.

Tak hanya kekurangan jumlah siswa Darusman mengaku kondisi kelas juga sudah banyak yang tak layak dan hanya beberapa ruangan bisa digunakan.

"Yang layak tinggal 8 ruang kelas dari total 22 ruangan," jelasnya. 

Dirinya berharap kedepan SMA Pasundan 2 Tasikmalaya tetap eksis meskipun setiap tahun jumlah siswanya terus menurun.

"Yang jelas, kami meminta kepada alumni terutama yang dekat pasundan agar tetap eksis, dan kita bersama guru tetap terus ikhtiar serta harus tetap berlanjut sekolah kita," katanya. (*)

Baca juga: SPMB SMA 2025 Tahap II Wilayah Priangan, Ini Bocoran Tes Standarnya

 

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved