Minggu, 10 Mei 2026

Sosok Edi Rusyana Mengabdi 25 Tahun Hingga Jadi Ketua PGRI Ciamis

Di tengah dinamika dunia pendidikan, sosok Edi Rusyana atau yang lebih dikenal dengan nama Apih Edi hadir sebagai figur yang teguh

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
SOSOK EDI - Di tengah dinamika dunia pendidikan, sosok Edi Rusyana atau yang lebih dikenal dengan nama Apih Edi hadir sebagai figur yang teguh 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Di tengah dinamika dunia pendidikan, sosok Edi Rusyana atau yang lebih dikenal dengan nama Apih Edi hadir sebagai figur yang teguh, sederhana, dan konsisten memperjuangkan aspirasi para guru. 

Terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis dalam Konferensi Kabupaten (Konkab) 2025, Edi bukanlah nama baru di dunia organisasi maupun kepemimpinan sekolah.

Perjalanan Edi Rusyana di organisasi PGRI dimulai sejak awal tahun 2000-an. 

Ia telah malang melintang sebagai guru, lalu dipercaya menjadi kepala sekolah di berbagai SMP negeri di Ciamis, hingga kini menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Baregbeg. 

Namun bukan hanya di ruang kelas dan kantor kepala sekolah, jejak perjuangannya juga terlihat kuat di ranah organisasi profesi guru.

“Di PGRI saya sudah aktif selama lima periode, sejak tahun 2000-an. Sudah 25 tahun,” ucap Edi saat ditemui di Wisma PGRI Ciamis, Rabu (2/7/2025).

Bagi Edi, bergabung di organisasi bukan semata rutinitas tambahan, melainkan panggilan hati. 

Sejak kecil ia sudah terbiasa memimpin, menjadi ketua kelas di SD, ketua OSIS di SMP dan SMA, hingga ketua senat saat kuliah. 

“Organisasi itu tempat untuk berekspresi, berinovasi, dan menjalin silaturahmi tanpa batasan birokrasi,” ujarnya.

Karier organisasinya dirintis dari bawah mulai dari Ketua MGMP, Ketua Komisariat, Ketua MKKS, Wakil Sekretaris PGRI, Wakil Ketua PGRI, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua PGRI Kabupaten Ciamis

Baginya, semua proses itu harus dijalani dengan kesabaran dan konsistensi untuk mencapai tujuan ke depannya.

“Yang terpenting, pemimpin harus bisa memimpin dirinya sendiri dulu. Kalau belum selesai dengan diri sendiri, jangan harap bisa memimpin orang lain,” tegasnya.

Sebagai Ketua PGRI, Edi kini memikul amanah untuk menjembatani aspirasi guru dari berbagai jenjang pendidikan, dari TK hingga SMA. 

Ia menyadari betul bahwa komunitas guru itu sangat kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, ia bertekad memimpin dengan pendekatan kolaboratif dan transparan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved