Senin, 11 Mei 2026

Beginilah Kondisi Bangunan Bendungan dan Jembatan di Pangandaran Pasca Diterjang Banjir Bandang

Kondisi rusak parah bangunan bendungan dan jembatan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran setelah terdampak banjir bandang.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Padna
BENDUNGAN RUSAK - Kondisi saat ini, Kamis (5/6/2025), bendungan di wilayah Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran setelah diterjang banjir bandang, Rabu 4 Juni 2025 malam. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kondisi rusak parah bangunan bendungan dan jembatan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran setelah terdampak banjir bandang.

Banjir bandang yang terjadi pada Rabu 4 Juni 2025 malam itu, merusak struktur bangunan bendungan dan jembatan yang sebelumnya berdiri kokoh. 

Sedikitnya, ada dua jembatan dan satu bangunan bendungan yang rusak parah akibat dihantam banjir bandang.

Selain bangunan jembatan dan bendungan, banjir bandang juga merobohkan sejumlah pohon yang berada di pinggir sungai.

JEMBATAN HANCUR - Kondisi jembatan penghubung antar Dusun dan bangunan bendungan di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yang jebol akibat banjir bandang, Rabu 4 Juni 2025 malam.
JEMBATAN HANCUR - Kondisi jembatan penghubung antar Dusun dan bangunan bendungan di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yang jebol akibat banjir bandang, Rabu 4 Juni 2025 malam. (Istimewa/Dok.Desa Ciganjeng)

Baca juga: Hujan Deras, Dua Jembatan dan Bendungan di Ciganjeng Pangandaran Jebol, Kerugian Capai Rp 1,1 Miliar

Banjir bandang juga membawa berbagai macam sampah dan material lumpur ke area badan jalan lingkungan dan pemukiman. 

Bahkan, ada sejumlah rumah warga yang rumahnya berlumpur akibat sebelumnya terendam banjir bandang.

Seorang warga di Dusun Pasar Desa Ciganjeng, Neni (41) mengatakan, banjir bandang terjadi selama sekitar 3 jam.

"Tiba-tiba air langsung masuk ke perumahan. Malam tadi, kita tidak bisa memprediksi air masuk ke pekarangan dan masuk ke dalam rumah," ujar Neni kepada Tribun Jabar di halaman rumahnya, Kamis (5/6/2025) siang.

Kini, Ia bersyukur banjir sudah surut dan tinggal membersihkan lumpur yang berada di pekarangan dan dalam rumah."Tap, kita butuh alat untuk menyingkirkan lumpur di badan jalan lingkungan supaya hilang," katanya.

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved