Selasa, 14 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Singkat Khutbah Jumat 30 Mei 2025: Mengingat Kematian Agar Hati-hati

Berikut ini disajikan contoh Naskah Singkat Khutbah Jumat 30 Mei 2025: Mengingat Kematian Agar Hati-hati

Tribunpriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jemaah usai mendengarkan pembacaan naskah khutbah Jumat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (4/4/2025). Berikut ini disajikan contoh Naskah Singkat Khutbah Jumat 30 Mei 2025: Mengingat Kematian Agar Hati-hati. 

Allah SWT berfirman :

وَمَا جَعَلۡنَا لِبَشَرٖ مِّن قَبۡلِكَ ٱلۡخُلۡدَۖ أَفَإِيْن مِّتَّ فَهُمُ ٱلۡخَٰلِدُونَ كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, Apakah mereka akan kekal? tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al- Anbiya’: 34-35)

Kaum Muslimin jamaah Jumat 

Ayat di atas Allah telah memberi pemahaman kepada kita bahwa semua manusia pasti akan mati dan sebelum mati manusia pasti akan diuji dengan berbagai ujian. Suatu membuat kita tidak senang seperti sakit, kemiskinan dan kematian. Selain itu kita juga diuji dengan kebaikan dan kesenangan, seperti kekayaan, harta yang banyak dan ilmu yang kita miliki.

Maka kita sebagai orang  beriman semua hal itu perlu disadari bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara, di akhirat kita akan bertemu dengan kehidupan yang sebenarnya lagi kekal dan abadi selamanya.

Manusia tidak akan sampai ke akhirat sebelum melalui kematian. Karena itu kematian merupakan keharusan yang tidak dapat ditolak dengan apapun dan oleh siapa pun. Meskipun dia berada di tempat persembunyian yang atau berada di benteng yang kuat, kematian akan tetap mendatangi.

Tiap-tiap umat mempunyai ajal. apabila telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus : 49)

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 23 Mei 2025: 3 Keutamaan Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al- al-Jumu'ah : 8)

Dalam surah an-Nisa ayat 78 disebutkan : Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh.
Kaum Muslimin jamaah Jumat 

Cukup ayat di atas menjadi dasar pemahaman penyadaran bagi kita. Sering pula kita saksikan bagaimana perjalanan seseorang menuju kematiannya. Berbagai macam nampak keadaannya. Sedangkan kita yang hidup tidak mengerti dengan yang dirasakan.

Namun kita sebagai orang yang beriman percaya betapa sakitnya derita orang sedang dicabut nyawanya.

Maka marilah sejenak kita buka kembali sejarah kematian Nabi Idris.

Nabi Idris: Wahai Malaikat Izrail. Lantas apa maksud kedatangan Engkau kemari? Adakah Engkau ingin mencabut nyawaku?

Malaikat Izrail: Tidak Idris. Saya datang memang untuk mengunjungimu, karena saya rindu dan Allah mengizinkan Saya.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Mei 2025: Menjauhi Larangan Allah SWT Agar Selamat Dunia Akhirat

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved