Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Longsor Tasikmalaya

Warga Bojong Babakan Ungkap Banjir Kali Ini Lebih Parah Ketimbang Saat Bulan Puasa

banjir yang melanda Sukaresik Tasikmalaya paling parah dibanding banjir saat bulan puasa Maret 2025 lalu.

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Machmud Mubarok
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
MASIH BANJIR - Kondisi rumah warga di wilayah Desa Tanjungsari masih terendam banjir dan air masih setinggi dada orang dewasa, Rabu (21/5/2025). 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Warga Bojong Babakan mengungkap bahwa banjir yang melanda kediamannya paling parah dibanding banjir saat bulan puasa Maret 2025 lalu.

Banjir saat ini merendam empat kampung, yakni Mekarsari, Hegarsari, Bojongsoban, dan Cicalung di Desa Tanjungsari, Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Bahkan saat kejadian Rabu (21/5/2025) pagi hingga siang hari, ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga 2 meter.

Kondisi ini membuat warga di empat kampung harus rela dievakuasi menggunakan perahu karet yang disediakan petugas gabungan.

Meskipun saat ini hujan sudah reda, ketinggian air masing di atas dada orang dewasa, sedangkan kampung terparah ada di Kampung Bojongsoban.

"Kalau ketinggian air masing sekitar 1,5 meter untuk di rumah saya, dan sementara harus memutar ke arah panoongan untuk mencari jalan lain," ucap warga Kampung Babakan Bojong Uho (72) saat ditemui wartawan TribunPriangan.com, Rabu (21/5/2025).

Baca juga: Ribuan Warga dan Rumah di Desa Tanjungsari Tasikmalaya Terdampak Banjir, Petugas Sisir Pemukiman

Baca juga: Viral Video Warga yang Sakit Ditandu di Lokasi Banjir Kabupaten Tasikmalaya

BANJIR DI TANJUNGSARI - Kondisi terkini banjir yang merendam wilayah Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya belum surut, Rabu (21/5/2025).
BANJIR DI TANJUNGSARI - Kondisi terkini banjir yang merendam wilayah Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya belum surut, Rabu (21/5/2025). (TribunPriangan.com/Jaenal Abidin)

Menurut Uho, saat ini warga di kampung sebelah pun tak bisa melewati jalan utama dan harus mencari akses lain untuk ke rumah masing-masing.

Walau sebagian rumah ada yang tidak terendam parah, tapi akses jalan terputus karena ketinggian air masih di atas paha orang dewasa.

"Sementara ini jarak untuk ke kampung lain sekitar 5 kilometer karena harus putar arah melawati wilayah Panoongan Ciamis," jelasnya.

Sedangkan warga lain masih menunggu surut untuk bisa melewati jalan utama mengarah kantor desa. Namun, ada juga warga harus naik perahu agar lebih cepat.

"Air sudah meluap sejak pagi pukul 07 pagi, karena hujan deras terjadi dari pukul 02.00 dini hari," ucap Uho.

Ketika ditanyai banjir saat ini kata Uho paling terparah ketimbang banjir sebelumnya yang terjadi saat bulan puasa Maret lalu.

"Kalau banjir sekarang lebih parah ketimbang kejadian saat bulan puasa kemarin. Beberapa akses jalan juga sempat terendam banjir," ungkap Uho. (*)

Baca Berita-berita TribunPriangan.com Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved