Jumat, 1 Mei 2026

Pemkab Sumedang Siap Tata Lingkungan Desa Jadi Pusat Peradaban Berkelanjutan

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menyatakan kesiapan untuk menata lingkungan desa. Desa-desa akan ditata menjadi asri, bersih

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: bisnistribunjabar
Dok Humas Pemkab Sumedang
PELANTIKAN DEWAN PENGURUS - Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD Apdesi) Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (15/5/2025). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menyatakan kesiapan untuk menata lingkungan desa. Desa-desa akan ditata menjadi asri, bersih dari sampah, masyarakatnya berwawasan ekologis, serta mengupayakan pencegahan bencana. 

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung upaya penataan ruang dan pengelolaan lingkungan hidup di tingkat desa ini. 

Hal itu ia sampaikan seusai menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD Apdesi) Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (15/5/2025).

Acara tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan ekologi, penanggulangan bencana dan penyediaan infrastruktur dasar bagi desa-desa di Jawa Barat.

Wabup Fajar menyampaikan bahwa Sumedang siap menjadi bagian dari gerakan besar pembangunan desa berbasis lingkungan.

“Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penataan ruang, bangunan dan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sampah. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan layak huni,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kepala desa di Sumedang untuk menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Saya imbau agar pengelolaan sampah dilakukan secara bijak. Kepala desa harus menjadi agen perubahan karena desa adalah ujung tombak pembangunan berkelanjutan,” katanya. 

Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya menjaga kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan.

“Kemajuan harus dimulai dari desa dengan menjaga budaya lingkungan dan memperkuat pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan cepat,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung ( ITB ) dapat membawa inovasi teknologi tepat guna untuk pengembangan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di desa.

“Perguruan tinggi menjadi mitra strategis dalam membangun desa sebagai pusat kekuatan peradaban berkelanjutan,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved