Kamis, 7 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 16 Mei 2025/ 19 Zulkaidah 1446 H: 4 Hal Kunci Ibadah Diterima

Naskah Khutbah Jumat 16 Mei 2025/ 19 Zulkaidah 1446 H: Selalu Perhatikan 4 Hal Ini Agar Amal Ibadah Diterima Allah

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunJogja.com
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Khutbah Jumat 16 Mei 2025/ 19 Zulkaidah 1446 H: Perhatikan 4 Hal Ini Agar Amal Ibadah Diterima Allah. Ilustrasi ibadah (TribunJogja.com) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Berikut ini terdapat Naskah Khutbah Jumat 16 Mei 2025/ 19 Zulkaidah 1446 H: Selalu Perhatikan 4 Hal Ini Agar Amal Ibadah Diterima Allah

Salah satu rukun pada hari Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh sang khatib.

Islam menganjurkan supaya khutbah tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan. 

Sekedar informasi ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.

عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)

Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 9 Mei 2025: Selalu Memacu Diri untuk Menjadi Hamba yang Taat

وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)

Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad).

Adapun, setiap dari kita pasti mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan akhirat. Namun, kemauan saja belum cukup. Dibutuhkan langkah konkret sesuai dengan tuntunan Allah dan rasul-Nya. Bahkan, ada sejumlah hal yang wajib kita tinggalkan di dunia jika kita benar-benar menginginkan kenikmatan akhirat. Apa saja itu?

Untuk itu, pada kesempatan ini, TribunPriangan ingin mengulas tentang Selalu Perhatikan 4 Hal Ini Agar Amal Ibadah Diterima Allah.

Pasalnya, Diciptakannya manusia di muka bumi ini tiada lain dan tiada bukan hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Sebagai misi utama yang harus diemban, kita harus benar-benar berupaya agar amal dan ibadah kita diterima oleh Allah. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar amal ibadah kita tidak sia-sia atau bisa diterima oleh Allah.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 9 Mei 2025: Berguru kepada Nabi Ibrahim dalam Mendidik Anak

Khutbah I   

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ    

Jamaah Jumat rahimakumullah, 

Menjadi keniscayaan bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah swt atas karunia nikmat yang tidak bisa kita hitung satu persatu dalam kehidupan di dunia ini. Semua ini harus disyukuri agar senantiasa ditambah oleh Allah, bukan malah dikufuri sehingga nikmat ini akan dicabut dan diganti dengan siksa yang pedih. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved