Rabu, 13 Mei 2026

Hewan Ternak Habis Diterkam Macan, Warga Cikupa Ciamis Tagih Janji Gubernur Jabar

Hewan Ternak Habis Diterkam Macan, Warga Cikupa Ciamis Tagih Janji Gubernur Jabar

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
HABIS DITERKAM - Hewan Ternak Habis Diterkam Macan, Warga Cikupa Ciamis Tagih Janji Gubernur Jabar untuk Mengganti 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sudah berbulan-bulan berlalu sejak kambing-kambing milik warga Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, diterkam oleh macan tutul liar yang turun dari hutan. 

Namun hingga awal Mei 2025, janji bantuan yang pernah disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, masih sebatas harapan yang menggantung di langit bagi para peternak kecil.

Warga menyebutkan bahwa janji penggantian kerugian itu disampaikan langsung oleh Dedi melalui kanal YouTube pribadinya tidak lama setelah ia dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat.

Saat itu, Dedi menyampaikan komitmennya untuk membantu para peternak yang kehilangan ternak akibat serangan satwa liar, dan pernyataan itu bahkan ditujukan kepada Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

“Dalam video tersebut, beliau mengatakan bahwa kerugian akibat serangan macan akan diganti. Itu membuat warga merasa sedikit tenang waktu itu,” ungkap Dodi, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Cikupa, Sabtu (3/5/2025).

Namun janji baru sebatas janji, hingga kini, warga belum menerima satu ekor kambing pun sebagai bentuk kompensasi. 

Dodi mengungkapkan bahwa warga semakin terhimpit secara ekonomi, karena kambing bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan tabungan hidup yang menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Sebagian warga bahkan terpaksa menjual barang-barang rumah tangga atau meminjam uang untuk menutup kebutuhan, karena mereka sangat bergantung pada hasil ternak,” lanjutnya.

Lebih dari kerugian materil, insiden serangan macan telah menimbulkan ketakutan dan perubahan pola hidup masyarakat. 

Sebelumnya, kandang-kandang kambing ditempatkan cukup jauh dari permukiman. Namun kini, hampir seluruh warga memindahkan kandang ke dekat rumah meskipun lahan sempit dan berisiko dari segi sanitasi.

“Dulu aman-aman saja walau kandang jauh. Sekarang sudah beberapa kali kambing jadi korban, bahkan ada yang hilang begitu saja,” tutur Dodi.

Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Peternakan dan Perikanan telah menindaklanjuti persoalan ini dengan mendata jumlah kerugian dan meneruskan laporan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, Giyatno, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan resmi ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi.

“Kami sudah melakukan pendataan dan menyampaikan laporan ke provinsi. Saat ini kami masih menunggu proses di tingkat atas,” kata Giatno.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved