Senin, 11 Mei 2026

Limbah Kotori Keindahan Pantai Pangandaran, DPR RI: Restoran dan Hotel Harus Punya IPAL

Hal tersebut tentu menjadi sorotan semua. Satu di antaranya, oleh Rokhmat Ardiyan anggota DPR RI Komisi XII

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Padna
LIMBAH DI PANGANDRAN - Kondisi limbah cair yang mengalir dari saluran pembuangan dari arah hotel dan pemukiman di Pantai Barat Pangandaran, belum lama ini. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pantai Barat Pangandaran merupakan satu objek wisata tirta favorit di Kabupaten Pangandaran yang setiap akhir pekan maupun libur panjang selalu dikunjungi wisatawan.

Namun sayang, pantai yang mempesona itu dikotori oleh limbah bercampur sampah yang keluar dari saluran pembuangan air dari arah perhotelan dan pemukiman.

Hal tersebut tentu menjadi sorotan semua. Satu di antaranya, oleh Rokhmat Ardiyan anggota DPR RI Komisi XII yang membidangi energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi.

Rokhmat menyayangkan, adanya limbah air yang mengotori pantai barat Pangandaran. Hal itu, tentu harus ditindaklanjuti.

"Perusahaan harus mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limba (IPAL) dan itu wajib hukumnya. Restoran, hotel harus punya IPAL," ujar Rokhmat kepada Tribun Jabar di Parigi Kabupaten Pangandaran, Minggu (20/4/2025) siang.

Baca juga: Memiliki Potensi Alam Luar Biasa, Anggota DPR RI Ini Dorong Pembangunan Jalan Tol ke Pangandaran

Karena, ini sangat penting untuk melindungi keindahan lingkungan khususnya di kawasan wisata Pantai Pangandaran

"Jangan sampai, limbah kotoran dari hotel itu masuk ke wilayah bibir pantai," katanya.

Kemudian soal masalah sampah, Ia meminta kesadaran semua pihak saat berada atau berwisata di Pantai Pangandaran

"Kita harus menyadari semua, pengunjung, masyarakat sekitar jangan membuang sampah di bibir Pantai," ucap Rokhmat.

Menurut Rokhmat, ekosistem yang berada di sekitar kawasan wisata Pantai Pangandaran ini harus selalu dijaga betul-betul. 

"Itu harus kita jaga, mulai dari penyu, poho mangrove, dan ikan-ikan yang ada di sekitar pantai itu harus kita jaga." 

"Termasuk terumbu karang. Karena, inilah kekayaan yang Allah SWT berikan dan harus kita jaga, dirawat untuk anak cucu kita," ujarnya. (*)

Baca juga: Usai Subuh Gempa Terkini di Jawa Barat Mengguncang Pangandaran, BMKG Tunjukkan Pusat Gempa di Laut

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved