Pelayanan Disdukcapil Ciamis Kembali Dibuka, Pemohon Melonjak

Memasuki hari pertama kerja usai libur panjang Idulfitri 1446 H, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
HARI PERTAMA KERJA - Memasuki hari pertama kerja usai libur panjang Idulfitri 1446 H, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Memasuki hari pertama kerja usai libur panjang Idulfitri 1446 H, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis langsung dihadapkan pada lonjakan warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan, Selasa (8/4/2025).

Antrean warga terlihat mengular sejak pagi, memadati halaman kantor. 

Merespons situasi ini, petugas sigap membuka loket tambahan agar pelayanan tetap berjalan lancar.

Kepala Disdukcapil Ciamis, Yayan M. Supyan, menyebut tingginya antusiasme warga cukup mengejutkan. 

Padahal, selama masa libur Lebaran, pihaknya tetap membuka layanan terbatas untuk mengantisipasi hal serupa.

“Lonjakan hari ini memang di luar perkiraan. Kami sudah antisipasi dengan layanan terbatas saat libur, tapi ternyata animo masyarakat tetap tinggi di hari pertama ini,” ujarnya.

Jenis layanan yang paling banyak diakses hari ini mencakup perekaman KTP elektronik, pembuatan akta kelahiran, serta pengurusan dokumen kepindahan. 

Pihak Disdukcapil masih menunggu hasil rekapitulasi untuk mengetahui jumlah pasti pemohon yang dilayani.

Di tengah padatnya layanan, muncul pula kasus unik dari seorang warga Desa Kertaharja bernama Deni.

Ia mengaku baru pertama kali hendak membuat KTP, namun datanya sudah muncul dalam sistem.

Saat diverifikasi, sidik jari tak sesuai meski wajah terlihat mirip.

“Belum pernah rekam KTP, tapi katanya data saya ada. Pas dicek sidik jari beda. Mungkin ada yang mirip mukanya,” ujar Deni yang bekerja sebagai nelayan.

Terkait hal ini, Yayan menjelaskan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan biometrik lanjutan, termasuk pengecekan iris mata, untuk menjamin keakuratan data.

“Kalau hasilnya tidak cocok, akan dilakukan perekaman ulang. Bisa jadi ini akibat kemiripan data atau kesalahan input,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pengurusan dokumen, mengingat pentingnya dokumen kependudukan dalam berbagai keperluan administrasi.

“Kami minta masyarakat mengurus lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang, apalagi kalau dokumen dibutuhkan mendesak,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved