Senin, 11 Mei 2026

Ramadan 2025

Naskah Kultum 27 Ramadhan 1446 H/27 Maret 2025: Ramadhan dan Anjuran Iktikaf

Berikut ini terdapa informasi tentang Naskah Kultum 27 Ramadhan 1446 H/27 Maret 2025: Ramadhan dan Anjuran Iktikaf

Tayang:
Kolase TribunPriagan.com
NASKAH KULTUM RAMADHAN - Naskah Kultum 27 Ramadhan 1446 H/ 27 Maret 2025: Ramadhan dan Anjuran Itikaf, Cocok Disampaikan saat Kuliah Subuh dan Kultum Tarawih. Ilustrasi Sholat Tarawih bulan Ramadhan di saff Wanita. (Dok: Printeres/AfifahAzahrah) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Kuliah tujuh menit atau kultum kerap identik dengan Ramadan.

Kultum biasa diberikan oleh ustadz, pendakwah, atau tokoh masyarakat pada waktu setelah subuh atau sesaat sebelum salat tarawih berjamaah selama Ramadan.

Pada momen ini, kultum menjadi satu di antara ciri khas bulan puasa yang bisa kita temui.

Selama bulan Ramadhan kita akan sering bertemu dengan sesi kultum di berbagai ranah, di masjid, mushola, suro, bahkan disiarkan sebagai tayangan TV, Youtube, dan lain-lain.

Untuk menghidupkan malam awal Ramadhan dengan semangat beribadah, beriktu ini TribuPriangan.com telah menyediakan salah satu judul khutbah tarawih yang berkaitan dengan tema sejarah tersebut, dengan judul: Ramadhan dan Anjuran Iktikaf, yang dikutip dari NU Online.

Baca juga: Naskah Kultum Tarawih 27 Maret 2025: Pola Hidup selama Ramadhan

Ramadhan dan Anjuran Iktikaf

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang dirahmati Allah, 10 hari terakhir Ramadhan adalah periode waktu yang sangat istimewa bagi kita semua. Di waktu inilah kita memiliki kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatulqadar.

Salah satu ibadah yang dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan adalah menjalankan iktikaf. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah RA disebutkan:

“ Nabi SAW melakukan iktikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan iktikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).

Baca juga: Naskah Kultum Tarawih 26 Ramadhan 1446 H: Puasa jadi Perisai Lisan dari Perkataan Buruk

Iktikaf adalah menetap atau berdiam diri dalam sesuatu. Iktikaf pun diartikan sebagai ibadah yang dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan atau beribadah atas dasar keikhlasan dan mengharap rida Allah SWT.

Tujuan iktikaf tentunya adalah mendekatkan diri pada Allah SWT. Iktikaf membuat seseorang ‘istirahat’ sementara waktu dari urusan duniawi dan memfokuskan diri untuk beribadah.

Iktikaf dapat melatih kesabaran dan mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Ketika berada di masjid, kita meninggalkan urusan dunia dan lebih banyak merenungi kehidupan akhirat. Ini adalah momen yang sangat baik untuk muhasabah diri, memperbaiki kesalahan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan.

Selain untuk meningkatkan kualitas spiritual, iktikaf juga memperbesar peluang kita untuk mendapakan malam Lailatulqadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Hadirin sekalian, iktikaf dapat dilakukan oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Iktikaf lebih utama dilakukan di masjid yang biasa diadakan shalat berjamaah. Jika ada kendala, maka diperbolehkan untuk iktikaf di rumah, khususnya di tempat yang telah disediakan untuk shalat seperti musala rumah.

Baca juga: Naskah Singkat Kultum Subuh 27 Ramadhan 1446 H/27 Maret 2025: Gapai Lailatul Qadar ala Rasulullah

Iktikaf dianjurkan dilaksanakan setiap waktu, tapi idak ada patokan khusus mengenai waktu dan durasi iktikaf. Artinya, kita bisa beriktikaf selama 1 jam, 2 jam, atau sehari semalam 24 jam.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved