Senin, 18 Mei 2026

Ramadan 2025

Naskah Kultum Ramadhan Malam ke-20 Ramadhan 1446 H: Pentingnya Menjaga Hati di Akhir Ramadhan

Naskah Kultum Ramadhan Malam ke-20 Ramadhan 1446 H: Pentingnya Menjaga Hati di Akhir Ramadhan.

Tayang:
Kolase TribunPriagan.com
NASKAH KHUTBAH TARAWIH - Naskah Kultum 20 Ramadhan 1446 H/ 20 Maret 2025: Menghargai Perbedaan Rakaat Tarawih. Ilustrasi Khutbah (TribunCirebon.com/Eki Yulianto) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Kuliah tujuh menit atau kultum kerap identik dengan Ramadan.

Kultum biasa diberikan oleh ustadz, pendakwah, atau tokoh masyarakat pada waktu setelah subuh atau sesaat sebelum salat tarawih berjamaah selama Ramadan.

Pada momen ini, kultum menjadi satu di antara ciri khas bulan puasa yang bisa kita temui.

Selama bulan Ramadhan kita akan sering bertemu dengan sesi kultum di berbagai ranah, di masjid, mushola, suro, bahkan disiarkan sebagai tayangan TV, Youtube, dan lain-lain.

Untuk menghidupkan malam awal Ramadhan dengan semangat beribadah, beriktu ini TribuPriangan.com telah menyediakan salah satu judul khutbah tarawih yang berkaitan dengan tema sejarah tersebut, dengan judul: Pentingnya Menjaga Hati di Akhir Ramadhan.

Baca juga: 5 Naskah Kultum Tarawih Ramadhan 1446 H, Bertema Tekad Kuat Mencari Lailatul Qadar

Pentingnya Menjaga Hati di Akhir Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan anugerah dan karunia yang sangat besar kepada kita. Sehingga kita bisa hadir dalam masjid yang mulia ini untuk melaksanakan shalat fardhu Isya dan Tarawih secara berjamaah.

Shalawat dan salam kita kirimkan kepada nabi junjungan kita, Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Nabi yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini.

Ma'asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah

Pada malam hari ini, izinkanlah saya menyampaikan sebuah ceramah singkat yang berjudul "Pentingnya Menjaga Hati di Akhir Ramadhan".

Baca juga: Naskah Singkat Kultum Subuh 20 Ramadhan 1446 H/20 Maret 2025: Kewajiban Bayar Hutang Puasa Ramadhan

Salah satu ilmu yang wajib untuk dipelajari dengan benar oleh semua umat Islam adalah ilmu tentang cara merawat hati. Sebab, sifat dan karakter seorang hamba merupakan menifestasi dari isi hatinya. Jika baik, maka semua perilaku kesehariannya akan baik, taat dalam beribadah, berkata jujur dan berperangai sopan santun kepada sesama, dan tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain. Jika tidak baik, maka akan berpengaruh tidak baik pula pada gerak-gerik kesehariannya.

Karenanya, di akhir-akhir bulan Ramadhan ini, sudah saatnya bagi kita semua untuk segera memperbaiki hati yang kotor, dengan cara berbenah diri untuk bisa berubah menjadi hamba yang semakin taat dalam menunaikan segala kewajiban dan tanggungjawab, serta berperilaku baik kepada sesama. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah menyampaikan,

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya, "Ingatlah, sesungguhnya dalam jasad seseorang tardapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh jasadnya, namun apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR Al-Bukhari).

Merujuk pada pendapat Imam An-Nawawi dalam salah satu karyanya, bahwa hadits ini menjadi penguat perihal pentingnya untuk memperbaiki hati, dan menjaganya dari hal-hal yang bisa merusak kesucian hati. (An-Nawawi, Syarhun Nawawi 'ala Muslim, [Daru Ihya At-Turats: 1392], juz XI, halaman 29).

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved