Rabu, 22 April 2026

Ramadan 2025

5 Naskah Kultum Tarawih Ramadhan 1446 H, Bertema Menghidupkan Malam-malam Sisa Ramadhan

5 Nasakah Kultum Tarawih Ramadhan 1446 H, Bertema Menghidupkan Malam-malam Sisa Ramadhan

Pinteres
NASKAH KULTUM TARAWIH - Naskah Kultum Singkat Ramadhan 1446 H/ 2025 M, Cocok Disampaikan saat Kuliah Subuh & Kultum Tarawih. Ilustrasi Sholat Tarawih bulan Ramadhan. (Dok: Pinteres/Ahmad Musyadad AminuLlah) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Ramadhan datang dengan segala keutamaan.

Selama sebulan penuh, umat Islam seluruh dunia serentak melaksanakan ibadah puasa dengan niat memenuhi perintah Allah.

Dalam Islam, selain bernilai ibadah dan bukti ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya, puasa memiliki banyak keutamaan.

Selain berpuasa, para muslim diwajibkan untuk terus memperbaharui keimanannya di bulan sebagai nilai tambah pahala.

Salah satu amalan penambah iman di bulan adalah mendengar kultum dari penceramah.

Baca juga: Naskah Singkat Kultum Subuh 19 Ramadhan 1446 H/19 Maret 2025: Menjaga Kekokohan Iman

Kultum adalah akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.

Kultum biasanya disampaikan oleh pendakwah, ustaz, tokoh atau para bapak yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi sesi tersebut.

Nah, di bulan Ramadhan, kultum biasanya mudah ditemui dan disampaiakan sebelum buka puasa, sebelum salat tarawih atau sesudah subuh.

Selama bulan Ramadhan kita akan sering bertemu dengan sesi kultum di berbagai ranah, seperti masjid, mushola, suro, bahkan disiarkan sebagai tayangan TV, Youtube, dan lain-lain.

Untuk menghidupkan malam awal Ramadhan dengan semangat beribadah, beriktu ini TribuPriangan.com telah menyediakan 5 naskah kultum atau ceramah salat Tarawih Ramadhan 2025, dengan berbagai tema yang bermakna mendalam.

Baca juga: Naskah Kultum Tarawih Malam 18 Ramadhan 1446 H: 5 Keutamaan Lailatul Qadar

5 Naskah Kultum Tarawih Ramadhan

1. Tetap Produktif Saat Bulan Ramadan

Lelah lantaran puasa, sering menjadi alasan umat Islam bermalas-malasan. Biasanya, kadar kesibukan yang sebelumnya cukup intens, hanya karena berpuasa kadarnya menurun sedikit demi sedikit.

Pasalnya, kebanyakan orang dalam kurun bulan Ramadhan, tidak dalam kondisi maksimal saat beraktivitas

Sangat disayangkan, penurunan intensitas aktivitas sehari-hari berdampak secara kolektif. Seorang guru yang sedang berpuasa, semangatnya yang menurun dalam mengajar  berdampak signifikan pada kegiatan belajar. Pun pada kalangan pekerja, karyawan, pelaku bisnis mengalami hal yang sama. 

Padahal, esensi puasa tidak didesain sebagai penghambat produktivitas. Justru puasa di saat bulan Ramadhan, seyogyanya menjadi sebuah motivasi, pijakan, dan batu loncatan untuk meningkatkan daya juang. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang sedang terjadi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved