Hadapi Banjir Ekstrem, BRIN Tawarkan Modifikasi Cuaca seperti China saat Jalani Olimpiade 2008
Ketua TKEPD BRIN, Agustya Adi Martha mengungkapkan BRIN tengah mengembangkan teknologi pemantauan bencana secara real-time.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Sejumlah wilayah alami banjir karena hujan deras beberapa waktu lalu.
Peneliti pusat riset limnologi dan sumber daya air, Reni Sulistyowati menyebut faktor lingkungan seperti topografi dan perubahan tutupan lahan ikut memperparah dampak banjir selain faktor curah hujan ekstrem.
Reni menambahkan, fenomena klimatologi global, seperti el nino-southern oscillation (Enso), Indian ocean dipole (IOD), dan madden julian oscillation (MJO) ikut memperbesar curah hujan ekstrem di kawasan Benua Maritim Indonesia.
Data satelit tropical rainfall measuring mission menunjukan korelasi kuat antara curah hujan ekstrem dan peningkatan resiko banjir di sepanjang garis pantai Indonesia.
"Banjir itu tak bisa hanya dipengaruhi curah hujan, tapi banyak faktor lain yang berperan dalam terjadinya limpasan, semisal infiltrasi, evaporasi, aliran permukaan, air tanah, dan kondisi lingkungan sekitar," katanya, Senin (17/3/2025).
Baca juga: Pipa Air Perusahaan di Sungai Cimande Sumedang Bakal Dieksekusi Jika Menghalangi Normalisasi
Reni mengatakan, hasil riset yang menunjukan banjir 2025 lebih parah dibanding banjir 2020 dan 2022.
Menurutnya, data curah hujan GSMaP (global satelite mapping of precipitation) mencatat intensitas hujan mencapai 21,37 mm per jam, dengan akumulasi harian 236,44 mm pada puncaknya (2–4 Maret).
Simulasi hidrologi dengan model Rainfall-Runoff-Inundation (RRI) menunjukkan bahwa area terdampak dengan genangan lebih dari 50 cm mencapai 43 km⊃2;, sedangkan genangan di atas 100 cm mencakup 24 km⊃2;.
Berikutnya, sirkulasi angin darat-laut (sea breeze) juga memperburuk kondisi dengan memicu hujan deras di malam hari dan di daerah aliran sungai (DAS) Bekasi, Cikeas, dan Cileungsi.
"Kondisi DAS kali Bekasi memerlukan perhatian serius, karena infrastruktur yang ada belum memadai, ditambah dengan rendahnya kesadaran lingkungan dan lambatnya respons pemerintah,” kata Reni.
Hasil survei 2022 terhadap warga terdampak banjir di Jatirasa dan Bojongkulur, menunjukkan minimnya perhatian pemerintah dalam mitigasi jangka panjang.
Survei itu juga mengungkap komunitas lokal seperti KP2C (Komunitas Peduli Cileungsi-Cikeas) dan KOMPI (Komunitas Pencinta Lingkungan) memegang peran penting dalam membantu penanganan banjir.
Meski memiliki keterbatasan dana dan akses informasi, inisiatif mereka mampu membantu warga terdampak secara langsung.
Ketua Kelompok Riset Teknologi Kebencanaan dan Energi Perairan Darat (TKEPD) BRIN, Agustya Adi Martha mengungkapkan BRIN tengah mengembangkan teknologi pemantauan bencana secara real-time.
| Jelang Pertandingan Persib Bandung vs Bali United, Jalan Menuju ke Stadion GBLA Terendam Banjir |
|
|---|
| Jadi Biang Kerok Banjir Cikalang, Pintu Air Gunung Mindi Tasikmalaya Dibongkar |
|
|---|
| Update Cuaca di 7 Wilayah Priangan, Tips Jaga Kesehatan karena Hujan Masih Diprediksi Turun |
|
|---|
| Update Cuaca Sore Hari Ini di 7 Wilayah Priangan Timur, Hujan Deras Disertai Petir |
|
|---|
| Cuaca Kota Tasikmalaya Sabtu 11 April 2026 Bakal Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/lahan-sawah-terendam-banjir-di-tanjung-sari-sukaresik-Kabupaten-Tasikmalaya-1.jpg)