Kamis, 9 April 2026

Pasca Kecelakaan, Dishub Ciamis dan PT KAI Sinergi Perkuat Keselamatan Warga

Tragedi kecelakaan di perlintasan kereta api di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis yang menimpa sepasang suami istri beberapa waktu lalu

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
istimewa
TERTABRAK - Sebuah mobil yang tertabrak kereta api saat lewat di perlintasan Kereta di Jalan Benteng Ciamis yang tidak ada penjaganya sehingga mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Tragedi kecelakaan di perlintasan kereta api di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis yang menimpa sepasang suami istri beberapa waktu lalu, menjadi pemicu langkah konkret dalam peningkatan keselamatan perlintasan kereta api

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung bergerak cepat dengan menggelar pertemuan bersama perwakilan masyarakat pada Jumat (7/3/2025).

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Kadishub Ciamis, Dadang Mulyatna, berbagai pihak hadir, termasuk Ketua Divisi Pengamanan KA Kolonel Udara Deni, unsur Polsus, Kepala Stasiun Ciamis, Divisi Keselamatan, serta tokoh masyarakat seperti Rusna Apriatna dan perwakilan dua RW setempat.

Keterlibatan masyarakat dalam penjagaan perlintasan menjadi fokus utama. 

Selama ini, beberapa perlintasan masih mengandalkan relawan dengan peralatan seadanya, seperti palang dari bambu atau besi. 

Untuk itu, Dishub Ciamis dan PT KAI sepakat memperkuat sistem penjagaan dengan regulasi yang lebih jelas, di antaranya Penjagaan oleh relawan masyarakat setiap hari pada jam operasional tertentu, dengan perlintasan dikunci permanen di luar jam tersebut.

Kemudian, penyediaan perlengkapan standar bagi petugas jaga, seperti seragam, lampu stik, dan rambu peringatan.

Yang ketiga, pemberian honor bagi petugas jaga untuk meningkatkan efektivitas dan tanggung jawab dalam penjagaan.

Dan yang terakhir adalah pemasangan rambu tambahan dan pita kejut guna meningkatkan kesadaran pengendara.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran, di mana intensitas perjalanan meningkat.

Sementara itu, Dishub Ciamis terus mendorong pengadaan pintu perlintasan otomatis, mengingat dari 13 titik perlintasan yang belum memiliki palang pintu, baru empat yang telah dilengkapi sistem otomatis yaitu Gayam, Islamic Center, Darussalam, dan Bojongmengger.

"Sisanya masih mengandalkan personel masyarakat secara sukarela dengan peralatan seadanya dari besi, kayu, atau bambu," jelas Dadang.

Perwakilan masyarakat, Rusna Apriatna, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi warga.

"Langkah ini sangat positif, tetapi masyarakat juga perlu diedukasi agar lebih sadar akan bahaya di perlintasan kereta api," ujarnya.

Sinergi antara pemerintah, PT KAI, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan perlintasan yang lebih aman.

Harapannya, tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat kelalaian atau kurangnya fasilitas keselamatan di jalur kereta api Ciamis.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved