Kamis, 23 April 2026

Hasil Simulasi Efisiensi APBD Jabar 2025, TAPD Hanya Mendapatkan Rp 3 Triliun

Nilai efisiensi hasil simulasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dari APBD 2025, ternyata hanya mencapai Rp 3 triliun.

Editor: Dedy Herdiana
Dok. Shutterstock/Dudin_S/via Kompas.com
EFISIENSI APBD - Ilustrasi penampakan Gedung Sate yang merupakan kantor Pemprov Jabar. Dalam upaya melakukan efisiensi anggaran di APBD 2025, TAPD Pemprov Jabar hanya mampu mendapatkan Rp 3 triliun. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Nilai efisiensi hasil simulasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025, ternyata hanya mencapai Rp 3 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Jabar, Herman Suryatman mengatakan, berdasarkan hasil serangkaian simulasi, efisiensi anggaran APBD perubahan 2025 yang berhasil terkumpul mencapai Rp 3 triliun.

Duit Rp 3 triliun itu, kata dia, hasil efesiensi dari sejumlah kegiatan seperti belanja barang dan jasa (Barjas), bantuan keuangan untuk kabupaten/kota, dana hibah, belanja lainnya, perjalanan dinas, kegiatan seremonial dan Silpa.

"Terkumpul Rp 3 triliun. Ini hasil simulasi kami dan kami akan menunggu putusan dari pimpinan, pada akhirnya Pak Gubernur yang akan memutuskan," ujar Herman, Senin (17/2/2025). 

Baca juga: Dedi Mulyadi Serius Tidak Akan Beri Ini pada Bupati atau Wali Kota yang Beli Mobil Dinas Baru

Efesiensi anggaran Rp 3 triliun itu, kata dia, dipastikan tidak akan mengganggu Indikator Kinerja Utama (IKU) dan berdampak negatif pada pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak boleh ada kemunduran pelayanan publik, PHK, kita harus jaga kondusivitas," katanya.

Hasil penghematan Rp 3 triliun ini, kata Herman, akan segera dilaporkan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin dan Gubernur terpilih Dedi Mulyadi untuk ditindaklanjuti.

"Sekali lagi yang memutuskan Pak Gubernur, kami di TAPD, sudah melakukan simulasi untuk mendapatkan angka terbaik karena efisiensi yang dilakukan harus sesuai Inpres 1/2025. Kemudian harus tegak lurus juga dengan visi, misi Pak Gubernur terpilih," ucapnya. (*)

Baca juga: Dedi Mulyadi Serius Soroti Hutan & Kebun Jabar, Siap Ubah Bedeng Pemetik Teh Jadi Seperti Home Stay

Baca juga: Dedi Mulyadi Lantang Katakan Tidak Akan Beri Stimulus ke Bupati/Wali Kota yang Beli Mobil Dinas Baru

Baca juga: Dedi Mulyadi Serius Ubah Tata Ruang Jabar, Minta Tim Ahli ke Belanda dan Siap Reaktivasi Rel KA

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved