Selasa, 5 Mei 2026

Ramadhan 2025

Utang Puasa Sudah Lewat 2 Ramadhan, Bagaimana Cara Gantinya? Berikut Penjelasannya

Jika Punya Utang Puasa Sudah Lewat 2 Ramadhan, Bagaimana Cara Gantinya?

Tayang:
TribunPriangan.com
BAYAR HUTANG PUASA - Cara ganti Hutang Puasa Sudah Lewat 2 Ramadhan. Ilustrasi note ganti puasa yang terlewat di bulan Ramadhan. (TribunPriangan.com/ Lulu Aulia Lisaholith) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Beberapa pekan ke depan umat muslim akan segera masuk bulan Ramadhan 1446 H.

Bulan penuh berkah yang pastinya sangat dinanti setiap umat yang menganut ajaran Islam.

Berdasarkan kalender Hijriah yang telah dirilis Kemenag, bulan Ramadan diprediksi jatuh pada Maret 2025.

Umat Muslim diperkirakan bisa memulai puasa pada 1 Maret 2025 yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 H.

Adapun saat ini masih berlangsung bulan Sya'ban.

Baca juga: Benarkah Qodho Puasa yang Terlanjur Lewat Ramadhan akan Dikali Dua saat Diganti? Begini Hukumnya

Syaโ€™ban sendiri merupakan bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan, yakni setelah Rajab dan sebelum Ramadhan.

Bulan tersebut menjadi patokan berakhirnya waktu untuk menqqadha (mengganti) puasa wajib (Ramadhan).

Ketika sudah datang Ramadhan berikutnya, tetapi seseorang masih memiliki tanggungan utang puasa maka yang harus ia lakukan adalah dengan cara berpuasa dan ditambah membayar fidyah sebesar satu mud (kurang lebih tujuh ons bahan makanan pokok seperti beras, untuk setiap satu hari yang ditinggalkan).

Maka dari itu, bagi siapapun yang masih mempunyai hutang puasa, diperintahkan untuk segera melunasinya dengan cara mengqadha puasa atau membayar fidyah, karena puasa Ramadhan wajib untuk dilaksanakan.

Lantas bagaimana dengan mereka yang telah terlewat dua kali Ramadhan namun belum mengganti hutang puasanya, haruskah digandakan sehari menjadi dua hari?

Baca juga: Masih Punya Utang Puasa? Segera Lakukan Qadha Puasa Ramadhan, Berikut Niat dan Tata Caranya

Hukum Mengganti Puasa Menahun

Dalam surat al-Baqarah (2): 184;

ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู‹ุง ู…ูŽุนู’ุฏููˆุฏูŽุงุชู ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽุนูุฏูŽู‘ุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูุฎูŽุฑูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูุทููŠู‚ููˆู†ูŽู‡ู ููุฏู’ูŠูŽุฉูŒ ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุทูŽูˆูŽู‘ุนูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตููˆู…ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ.

Artinya: โ€œ(yaitu) Dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditingggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.โ€ [QS. al-Baqarah (2): 184]

Dari ayat tersebut dapat diambil pelajaran bahwa ada beberapa golongan yang mendapat rukhsah (keringanan) untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan, tetapi dibebankan kepada mereka untuk mengganti puasa yang mereka tinggalkan.

Golongan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, orang yang sakit dan orang yang dalam perjalanan boleh tidak berpuasa pada bulan Ramadhan tetapi orang tersebut wajib mengganti (qadla) pada hari lain. Adapun yang dimaksud hari yang lain adalah hari di luar bulan Ramadhan.

Golongan ini sama dengan perempuan yang sedang haid dan tidak berpuasa Ramadhan, maka wajib mengganti puasa (qadla) di luar bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูƒุงูŽู†ูŽ ูŠูุตููŠู’ุจูŽู†ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู†ูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูู‚ูŽุถูŽุงุกู ุงู„ุตูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูู‚ูŽุถูŽุงุกู ุงู„ุตูŽู„ุงูŽุฉู. [ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…]

Artinya: โ€œDiriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, bahwa ia berkata: Kami kadang-kadang mengalami itu (haid), maka kami diperintahkan untuk mengganti puasa dan tidak diperintahkan untuk mengganti shalat.โ€ [HR. Muslim]

Kedua, orang yang merasa berat untuk berpuasa maka ia wajib mengganti dengan membayar fidyah, tidak perlu mengganti dengan puasa (qadla). Adapun yang termasuk dalam golongan ini adalah orang yang sudah tua seperti hadis dari Ibnu Abbas:

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูุฎูุตูŽ ู„ูู„ุดูŽูŠู’ุฎู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุทูุฑูŽุŒ ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ูƒูู„ูู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู’ู†ู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽุถูŽุงุกูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุญุงูƒู…ุŒ ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ]

Artinya: โ€œDiriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata: Telah diringankan bagi orang yang sudah tua untuk berbuka puasa (di bulan Ramadhan) dan memberi makan (fidyah) kepada orang miskin setiap hari (sesuai dengan hari yang ia tidak puasa) dan tidak wajib mengganti dengan puasa (qadla).โ€ [HR. al-Hakim, hadis ini shahih menurut syarat al-Bukhari]

Juga termasuk di dalamnya adalah perempuan yang hamil dan perempuan yang sedang dalam masa menyusui, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada seorang ibu yang hamil:

ุฃูŽู†ู’ุชู ุจูู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ู„ุงูŽ ูŠูุทููŠู’ู‚ู ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู’ู„ููุฏูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽุถูŽุงุกูŽ. [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฒุงุฑ ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ูŠ

Artinya: โ€œEngkau termasuk orang yang berat berpuasa, maka engkau wajib membayar fidyah dan tidak usah mengganti puasa (qadla).โ€ [HR. al-Bazar dan dishahihkan ad-Daruquthni]

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ูˆูŽุถูŽุนูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ูˆูŽุดูŽุทู’ุฑูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุญูุจู’ู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑู’ุถูุนู. [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ]

Artinya: โ€œDiriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa ia berkata: Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah bersabda: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah membebaskan puasa dan separuh shalat bagi orang yang bepergian serta membebaskan puasa dari perempuan yang hamil dan menyusui.โ€ [HR. an-Nasaโ€™i]

Jika alasan dari puasa yang tidak bisa diganti penyebab batalnya puasa adalah karena sakit, maka caranya adalah mengganti dengan puasa (qadla) di hari lain di luar bulan Ramadhan, tidak perlu membayar fidyah.ย 

Hal ini karena fidyah hanya diperuntukkan bagi orang tertentu yang dalam katagori โ€œyutiqunahuโ€ atau orang yang berat untuk berpuasa.

Sedangkan waktu untuk membayar puasa adalah pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan, dan berdasarkan keumuman ayat tersebut tidak ada batas akhir waktu kapan harus mengganti puasa (qadla).ย 

Namun demikian baik sekali jika mengganti puasa dilaksanakan sebelum Ramadhan berikutnya.

Tetapi jika tidak bisa melakukannya karena ada hal yang membuat terhalang, maka tetap harus diganti setelah Ramadhan berikutnya.ย 

Selain itu, orang yang telah lalai tersebut agar beristigfar, memohon ampun dan bertaubat untuk tidak mengulangi kelalaiannya dan tetap wajib membayar hutang puasanya setelah Ramadhan berikutnya.

Baca juga: H-20 Ramadhan, Ini Perhitungan Kalender Puasanya Lengkap Disertai Doa Harian Selama Sebulan Penuh

Tata Cara Mengganti Puasa di Bulan Syabanย 

Ada dua pendapat mengenai tata cara pelaksanaan qadha puasa Ramadhan. Pertama, apabila meninggalkan puasa Ramadhan secara berurutan maka saat mengqadhanya pun harus berurutan.ย 

Adapun pendapat kedua membolehkan qadha puasa Ramadhan tidak berurutan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut.

ู‚ูŽุถูŽุงุกู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ูˆูŽุฅู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุชูŽุงุจูŽุนูŽย 
Artinya: "Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan." (HR. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar)ย 

Merujuk pada pendapat kedua, maka qadha puasa Ramadhan tidak wajib dikerjakan secara berurutan. Dengan demikian, dapat dilakukan sesuai kehendak, namun diusahakan sebelum tiba Ramadhan berikutnya.

Berikut ini tata cara puasa qadha Ramadhan.

1. Niat

Niat qadha puasa Ramadhan mulai dilafalkan malam hari sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut lafal niatnya.

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุบูŽุฏู ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽุถูŽุงุกู ููŽุฑู’ุถู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin โ€˜an qadhฤโ€™I fardhi syahri Ramadhฤna lillรขhi taโ€˜รขlรข.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".

2. Makan Sahur

Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.

3. Melaksanakan Puasa

Selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami-istri, dan sebagainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Selama berpuasa juga menjaga dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved