Jumat, 5 Juni 2026

Ramadhan 2025

Benarkah Qodho Puasa yang Terlanjur Lewat Ramadhan akan Dikali Dua saat Diganti? Begini Hukumnya

Benarkah Qodho Puasa yang Terlanjur Lewat Ramadhan akan Dikali Dua saat Diganti? Begini Hukumnya

Tayang:
Kompas.com
BATAS HUTANG PUASA - Hukum Qodho Puasa yang Terlanjur Lewat Ramadhan akan Dikali Dua. ilustrasi puasa.(Dok: Arsip TirbunPriangan.com/iStockphoto via Kompas.com /yanik88) 

Tidak hanya Aisyah saja, semua istri Rasulullah selalu menjaga kebahagiaan dan keridhaan Rasulullah saw sedangkan mereka tidak tahu kapan dibutuhkan dan bisa sewaktu-waktu diperlukan oleh Nabi. 

Oleh karena itu, mereka khawatir jika mereka berpuasa lalu menjadikan Nabi terhalang keinginannya.   

Baca juga: Hitung Mundur Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2025, Lengkap dengan Jadwal Puasa Ramadhan

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, arti kesibukan dalam Hadits ini tidak berarti sebuah kesibukan yang menjadikan seseorang tidak kuat melaksanakan puasa tapi lebih mengarah pada posisi selalu mempersiapkan diri dalam menyenangkan Rasul apabila dibutuhkan pada batas bercumbu melalui sentuhan atau ciuman, tidak sampai berhubungan badan. 

Karena Nabi tidak tidur bersama istri yang tidak sedang dalam jatah gilirannya.   

Dengan latar belakang tersebut, para istri Nabi tidak pernah meminta izin untuk berpuasa karena khawatir di antara mereka ada yang sedang dibutuhkan oleh Rasulullah saw secara mendadak. 

Padahal seumpama mereka meminta izin, Rasul pasti tidak akan mengecewakan istri-istrinya, tapi para istri menjadi khawatir hal tersebut bisa mengurangi kecintaan dan dan pelayanan terhadap kebutuhan Nabi menjadi tidak penuh.

Lalu kenapa bulan Sya’ban yang dipilih oleh Aisyah untuk mengqadha puasanya?

Baca juga: Masih Punya Utang Puasa? Segera Lakukan Qadha Puasa Ramadhan, Berikut Niat dan Tata Caranya

Hal ini disebabkan bulan Sya’ban adalah bulan yang paling banyak dibuat puasa sunnah oleh Baginda Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu salah satu istri Nabi bergantian meluangkan waktu untuk mengqadha puasa. 

Pasalnya jika tidak mereka sudah pada bulan terakhir, mereka terdesak meminta izin kepada Nabi untuk mengqadha puasanya.

Tata Cara Mengganti Puasa di Bulan Syaban 

Ada dua pendapat mengenai tata cara pelaksanaan qadha puasa Ramadhan. Pertama, apabila meninggalkan puasa Ramadhan secara berurutan maka saat mengqadhanya pun harus berurutan. 

Adapun pendapat kedua membolehkan qadha puasa Ramadhan tidak berurutan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut.

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ 

Baca juga: Benarkah Pembelajaran Libur Selama Sebulan saat Ramadhan 2025? Simak Penjelasan Lengkapnya

Artinya: "Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan." (HR. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar) 

Merujuk pada pendapat kedua, maka qadha puasa Ramadhan tidak wajib dikerjakan secara berurutan. Dengan demikian, dapat dilakukan sesuai kehendak, namun diusahakan sebelum tiba Ramadhan berikutnya.

Berikut ini tata cara puasa qadha Ramadhan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved