Minggu, 10 Mei 2026

3 Zona Bahaya di Pantai Barat Pangandaran, Ada Katagori Permanen Rip

Terdapat tiga zona bahaya di Pantai Barat Pangandaran yang harus diketahui wisatawan.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Jabar/Padna
ZONA BAHAYA - Pos 5 Pantai Barat Pangandaran atau zona arus bahaya. Terdapat tiga zona bahaya di Pantai Barat Pangandaran yang harus diketahui wisatawan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Terdapat tiga zona bahaya di Pantai Barat Pangandaran yang harus diketahui wisatawan.

Zona satu, yaitu sekitar pos 5 depan Pangandaran Sunset, zona dua yaitu pos 4 depan Hotel Sandaan hingga Malabar, dan zona tiga yaitu pos 3 pantai depan villa kuda. 

"Disebut zona tiga, karena ada arus tapi tidak terlalu kuat. Berbeda dengan pantai di pos 1 dan pos 2 itu sifat arusnya datang secara tiba-tiba atau flash rip," ujar Dodo Taryana Ketua Balawista Pangandaran dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat (31/1/2025) siang.

Baca juga: Balawista Pangandaran Akui Sulit Tangani Wisatawan Kehilangan Dompet, Duga Dilakukan Sindikat

Sementara untuk pantai di pos 4 dan pos 5 hingga ke landasan Susi Air itu arusnya masuk kategori permanen rip. 

"Permanen rip itu arusnya selalu ada setiap hari, setiap jam, setiap bulan, dan setiap tahun pasti di situ terus. Itu arusnya bisa bertahun-tahun, tidak pernah berubah," katanya. 

Maka dari itu, pantai pos 4 hingga ke landasan Susi Air ataupun sampai ke kampung turis disebut zona bahaya satu. 

"Artinya, sangat berbahaya. Selain arusnya kuat, ombaknya juga cukup besar. Karena, lautnya langsung berhadapan dengan laut lepas," ucap Dodo.

Untuk pantai barat area pos 1 sampai pos 3, lautnya masih terhalang oleh teluk cagar alam Pangandaran.

Sementara untuk mencegah kejadian tidak diinginkan, pihaknya memasang lebih dari 30 rambu-rambu di zona berbahaya. 

"Bahkan, kalau libur panjang kita pasang lebih dari 40 bendera rambu-rambu yang sifatnya mobile," ujarnya.

Selain rambu-rambu, tim Balawista juga memperbanyak penjaga pantai di lokasi rawan atau yang berbahaya itu. 

"Karena terus terang, kadang-kadang ada bendera pun mereka (wisatawan) enggak lihat dan kadang-kadang ada petugas pun mereka tetap ngeyel," kata Dodo. *

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved