Jumat, 10 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025: 3 Cara Allah Memuliakan Bulan Syaban

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025: 3 Cara Allah Memuliakan Bulan Syaban

Tribunpontianak.co.id
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Tepatnya di hari Jumat besok, 31 Januari 2025 umat muslim dan menyambut datangnya bulan Syaban 1446 Hijriah. Berikut ini disajikan contoh naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025: 3 Cara Allah Memuliakan Bulan Syaban 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, hanya tinggal menghitung jam saja, kita seluruh umat muslim akan menyambut datangnya bulan Syaban 1446 Hijriah.

Tepatnya di hari Jumat besok, 31 Januari 2025 adalah 1 Syaban 1446 Hijriah.

Berbicara perihal bulan Syaban adalah bulan kedelapan di Kalender Hijriah.

Bulan Syaban adalah bulan yang memiliki makna sebagai bulan penuh kebaikan.

Selain itu, di bulan Syaban ini menjadi bulan yang mulia karen penuh dengan keberkahan dan waktu yang tepat pula bagi seorang muslim untuk memperbaiki iman dan ketakwaan kepada Allah SWT sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Lantas, bagaimana cara kita memuliakan bulan Syaban?

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 31 Januari 2025: Keistimewaan Bulan Syaban

Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 31 Januari 2025, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari NU Online untuk tanggal 31 Januari 2025 bertemakan "Tiga Cara Allah Memuliakan Bulan Syaban".

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025: Keutamaan Bulan Syaban

Khutbah 1

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

 

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,

Secara bahasa, sya'ban berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung. Makna ini selaras dengan posisi bulan Sya’ban yang menyongsong bulan Ramadhan. Hal ini merupakan kiasan bahwa bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah tersebut merupakan momen tepat untuk menapaki jalan kebaikan secara lebih intensif, mempersiapkan diri menyambut bulan paling mulia, yakni Ramadhan.   

Posisi bulan Sya’ban yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan seringkali kurang mendapat perhatian lebih dibanding dua bulan mulia yang menghimpitnya itu. Pada Rajab, keutamaan-keutamaan seputar puasa dan amalan lainnya kerap kita dengar. Di bulan Rajab pula kita mengenang peristiwa dahsyat yang dialami Rasulullah: Isra’ Mi’raj. Bulan Ramadhan lebih hebat lagi. Orang-orang seakan-akan menjadi manusia baru, berburu fadhilah dan pahala berlipat di bulan suci ini. Tidak demikian dengan Sya’ban. Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Nasai, Nabi menyebut Sya’ban sebagai bulan yang biasa dilupakan umat manusia.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved