Minggu, 10 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025: Persiapan Ramadhan dengan Muhasabah selama Syaban

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025 Tentang Persiapan Ramadhan dengan Muhasabah selama Syaban

Tayang:
Tribun Priangan/ Muhamad Syarif Abdussalam
Salat Jumat di Masjid Al Jabbar Bandung - Tepatnya tanggal 31 Januari 2025 adalah 1 Syaban 1446 Hijriah dan bertepatan pula dengan hari Jumat. Berikut Naskah Khutbah Jumat 31 Januari 2025 bertemakan Persiapan Ramadhan dengan Muhasabah selama Syaban 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tepatnya di hari Jumat, 31 Januari 2025, jatuh 1 Syaban 1446 Hijriah.

Dengan demikian, kita akan memasuki 1 Syaban 2025 dalam dua hari ke depan.

Pada waktu maghrib atau setelah matahari terbenam, maka kita memulai tanggal atau hari baru dalam penanggalan Hijriah.

Oleh karena itu, sebenarnya kita sudah memasuki 1 Syaban 1446 H pada 30 Januari 2025 petang.

Bulan Syaban adalah kedelapan di Kalender Hijriah.

Berbicara bulan Syaban adalah bulan yang memiliki makna sebagai bulan penuh kebaikan.

Syaban juga bermakna sebagai bulan yang muncul di antara bulan Rajab dan Ramadhan, menjadi penghubung antara dua waktu penting dalam kalender Hijriah.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 31 Januari 2025: Rahasia dan Keistimewaan Bulan Syaban

Selain itu, di bulan Syaban ini pula, kita selaku umat muslim disarankan untuk bermuhasabah dan memperbaiki di bulan Syaban apalagi menjelang bulan Ramadhan 1446 H.

Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari NU Online untuk tanggal 31 Januari 2025 bertemakan "Persiapan Ramadhan dengan Muhasabah selama Syaban".

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 24 Januari 2025: Hikmah Perintah Shalat 5 Waktu

Khutbah 1

إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

 

Di sisa bulan Sya'ban ini, marilah kita persiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan, bulan paling mulia dari segala bulan. Bentuk persiapan itu tentunya boleh berbeda-beda. Bagi pedagang pakaian segeralah mengumpulkan modal dagangnya, untuk menyambut bulan Ramdhan dan hari yang fitri. Bagi pengusaha hendaklah segera mempersiapkan diri mengatur jadwal kerja yang tidak merusak hidmat bulan Ramadhan tetapi juga tidak mengurangi kualitas produksi. Bagi para pengajar, guru dan dosen juga para ustadz, bersiaplah dengan materi seputar tema ramadhan, mulai dari sisi fiqih, hikmah dan rahasia Ramadhan.

Namun bagi siapapun saja, hendaknya menyiapkan diri memasuki Ramadhan dengan bermuhasabah mengintropeksi diri. Menghitung dan mengkalkulasi amal yang telah kita lakukan selama hidup hingga kini. Jikalau kita merasa amal baik lebih mendominasi dalam kehidupan kita, maka janganlah besar hati, karena itu menunjukkan buruknya amal hati kita. Dan biasanya perasaan tersebut (merasa diri baik) akan menyeret manusia dalam kehinaan dan ketakabburan. Ingatlah sebuah maqalah (pesan) yang menyatakan bahwa "orang baik adalah merasa dirinya buruk, dan orang buruk adalah mereka yang mengaku dirinya baik"

Namun jika hasil kalkulasi itu menjadikan diri kita semakin merasa kurang baik, maka segeralah menambahkan berbagai amal kebaikan, selagi umur masih di kandung badan, semoga Allah Yang Maha Kuasa memanjangkan umur kita hingga menikmati bulan Ramadhan yang suci.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 24 Januari 2025: Isi Tafsir Ayat Al-Quran Mengenai Peristiwa Isra Miraj

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved