Rabu, 13 Mei 2026

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ungkap Soal Jenis Bencana yang Bisa Dihindari 

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa banjir sebagai salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani dan petugas lainnya melakukan assesment penyebab banjir di Kecamatan Lakbok, Ciamis. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa banjir sebagai salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah sebenarnya dapat dihindari. 

Hal ini, menurut Ani, sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ani menjelaskan bahwa kebiasaan buruk masyarakat, seperti membuang sampah sembarangan dan menebang pohon tanpa perencanaan yang matang, menjadi penyebab utama terjadinya banjir

“Banjir bukan hanya karena faktor alam, tapi juga karena ulah manusia. Misalnya, gorong-gorong yang tersumbat akibat sampah menjadi salah satu penyebab air meluap ke jalanan atau pemukiman,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Ciamis, Selasa (7/1/2025).

Baca juga: Pohon Jati Tumbang Rusak Rumah Yahya di Desa Hegarmanah Ciamis, BPBD: Logistik Sudah Disalurkan

Ani menjabarkan bahwa salah satu faktor utama terjadinya banjir di Ciamis adalah pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang terus meningkat, diperburuk oleh kebiasaan warga yang membuang sampah ke sungai. 

“Sampah plastik dan limbah rumah tangga sering ditemukan menyumbat aliran air di gorong-gorong atau sungai kecil. Ini membuat aliran air tidak lancar, terutama saat curah hujan tinggi,” tambahnya.

Selain itu, penggundulan hutan juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko banjir

Hutan yang gundul tidak mampu menahan air hujan, sehingga air langsung mengalir ke permukaan tanah dan menyebabkan banjir bandang.

Dia menekankan bahwa ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir

Pertama, masyarakat harus disiplin dengan tidak membuang sampah sembarangan, baik di sungai, selokan, maupun tempat umum lainnya.

“Kedisiplinan ini kunci utama. Jika setiap orang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, maka aliran air akan tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan,” jelas Ani.

Langkah kedua, adalah penghijauan kembali atau reboisasi di daerah-daerah kritis yang telah mengalami penggundulan hutan. 

Ani menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai daerah resapan air alami. 

"Hutan adalah pelindung kita dari bencana. Kalau hutan digunduli, tanah tidak mampu menahan air hujan, sehingga aliran air menuju ke pemukiman semakin besar dan menyebabkan banjir," tambahnya.

Baca juga: Penyumbatan Anak Sungai Cilisung Akibatkan Banjir di Purwadadi, BPBD Fokus Tangani Eceng Gondok

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved