Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ungkap Soal Jenis Bencana yang Bisa Dihindari
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa banjir sebagai salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa banjir sebagai salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah sebenarnya dapat dihindari.
Hal ini, menurut Ani, sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ani menjelaskan bahwa kebiasaan buruk masyarakat, seperti membuang sampah sembarangan dan menebang pohon tanpa perencanaan yang matang, menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
“Banjir bukan hanya karena faktor alam, tapi juga karena ulah manusia. Misalnya, gorong-gorong yang tersumbat akibat sampah menjadi salah satu penyebab air meluap ke jalanan atau pemukiman,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Ciamis, Selasa (7/1/2025).
Baca juga: Pohon Jati Tumbang Rusak Rumah Yahya di Desa Hegarmanah Ciamis, BPBD: Logistik Sudah Disalurkan
Ani menjabarkan bahwa salah satu faktor utama terjadinya banjir di Ciamis adalah pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang terus meningkat, diperburuk oleh kebiasaan warga yang membuang sampah ke sungai.
“Sampah plastik dan limbah rumah tangga sering ditemukan menyumbat aliran air di gorong-gorong atau sungai kecil. Ini membuat aliran air tidak lancar, terutama saat curah hujan tinggi,” tambahnya.
Selain itu, penggundulan hutan juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko banjir.
Hutan yang gundul tidak mampu menahan air hujan, sehingga air langsung mengalir ke permukaan tanah dan menyebabkan banjir bandang.
Dia menekankan bahwa ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir.
Pertama, masyarakat harus disiplin dengan tidak membuang sampah sembarangan, baik di sungai, selokan, maupun tempat umum lainnya.
“Kedisiplinan ini kunci utama. Jika setiap orang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, maka aliran air akan tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan,” jelas Ani.
Langkah kedua, adalah penghijauan kembali atau reboisasi di daerah-daerah kritis yang telah mengalami penggundulan hutan.
Ani menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan sebagai daerah resapan air alami.
"Hutan adalah pelindung kita dari bencana. Kalau hutan digunduli, tanah tidak mampu menahan air hujan, sehingga aliran air menuju ke pemukiman semakin besar dan menyebabkan banjir," tambahnya.
Baca juga: Penyumbatan Anak Sungai Cilisung Akibatkan Banjir di Purwadadi, BPBD Fokus Tangani Eceng Gondok
| Panik Jari Bengkak, Siswi SD di Ciamis Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin |
|
|---|
| Penjualan Hewan Kurban di Sriwijaya Farm Ciamis Meningkat, 33 Ekor Sapi Sudah Terjual |
|
|---|
| Disnakkan Ciamis Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi Aman dan Bebas PMK |
|
|---|
| Ratusan Siswa SD Se-Ciamis Unjuk Bakat di Pekan Keterampilan dan Seni PAI |
|
|---|
| Bank Sampah Jalatrang Berseka Sulap Limbah Residu Jadi Roster Bangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Ciamis-Ani-Supiani-assesment-penyebab-banjir.jpg)