Minggu, 19 April 2026

4 Santri Tewas Tertimpa Coran Beton yang Tergerus Longsor di Sukabumi

Sebanyak empat orang santri pondok pesantren Yaspida Sukabumi dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa longsor

Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/dian herdiansyah
Sebanyak empat orang santri pondok pesantren Yaspida Sukabumi dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa longsor 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Dian Herdiansyah


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUKABUMI - Sebanyak empat orang santri pondok pesantren Yaspida Sukabumi dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa longsor, Rabu (13/11/2024) malam. 

Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena mengatakan, sebelum terjadinya longsor malam tadi, sempat terjadi longsor pada 5 November 2024 di lokasi yang sama

di Parungseah Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. "Ini adalah longsor susulan kayanya, sebetulnya kejadiannya terjadi pada tanggal 5. Longsor besarnya itu cuma pada saat itu terjadi hujan sehingga terjadinya longsor susulan yang mengakibatkan dampak ada beberapa siswa korban meninggal dan luka," ungkapnya di lokasi kejadian, Kamis (14/11/2024). 

Deden mengungkapkan tidak mengetahui persis kondisi pada saat kejadian. Ia mendapat laporan sekitar pukul 00.30 WIB. 

Sementara peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. 

"Pada saat itu informasi dari pimpinan, saat itu sedang proses pengajian sebetulnya, cuman korban itu sedang tidak mengikuti pengajian dan berada di lokasi yang memang sudah dilarang oleh pihak sekolah untuk ditinggali. Bahkan dilewati," tutur Deden. 

Deden menerangkan, berdasarkan  keterangan dari pondok pesantren korban sedang berada di satu ruangan yang tidak diperbolehkan tinggal. 

"Kita juga tidak mengetahui persis seperti apa, itu yang terjadi. Informasi dari di situ (Coran Tembok) memang lokasinya, ada coran di situ," ungkap Deden. 

"Sementara itu ada 9 orang korban, 4 santri meninggal dunia. Kemudian yang 5 kondisi luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit," ucapnya. 

Longsor susulan terjadi di duga akibat ambrolnya kolam yang tak jauh dari lokasi awal longsor

"Sebetulnya ada 4 kolam dan di bawahnya dataran rendah sehingga tergerus, karena mungkin aliran air tidak tertampung dan disamping nya daerah sangat rawan, bertebing sehingga tergerus," tutup Deden.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved