Longsor di Citengah Sumedang
Akses Jalan Kawasan Wisata Citengah - Cisoka Sumedang Sudah Kembali Normal
Akses jalan di kawasan wisata Cisoka menuju Kecamatan Cibugel yang tadinya tertutup longsor di Desa Citengah, Sumedang Selatan, kini sudah normal
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Akses jalan penghubung kawasan wisata Cisoka menuju Kecamatan Cibugel yang sebelumnya tertutup longsor di Desa Citengah, Sumedang Selatan, kini telah kembali normal dan bisa dilintasi kendaraan. Material longsoran di dua titik berhasil dibersihkan setelah sempat menghambat mobilitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan longsor terjadi dua kali di lokasi yang sama akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Kamis (16/4/2026) malam.
“Terjadi dua kali longsor di lokasi tersebut. Tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas dan lokasi kejadian jauh dari pemukiman warga,” kata Bambang kepada Tribun Jabar.id, Jumat (17/4/2026).
Ia menyebutkan, longsor pertama terjadi sekitar pukul 24.00 WIB dan disusul longsor kedua pada pukul 02.30 WIB. Material tanah, lumpur, dan batu sempat menutup badan jalan hingga tidak bisa dilalui kendaraan.
“Sudah clear, sudah bisa dilintasi kendaraan, dua titik longsor di Citengah sudah beres,” katanya, Jumat.
Baca juga: Breaking News! 2 Kali Longsor Terjang Wisata Citengah Sumedang, Akses Kebun Teh Cisoka Lumpuh Total
Namun demikian, proses evakuasi sempat menghadapi kendala di lapangan, terutama karena kondisi jalan yang sempit dan material longsor yang didominasi lumpur.
“Kendalanya lumpur, kemudian ada sedikit batuan, dan lokasi jalan sempit sehingga menyebabkan mobil pengevakuasi sulit untuk ke lokasi,” jelasnya.
Meski akses telah pulih, BPBD mengingatkan bahwa kondisi tebing di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan, terutama saat hujan turun.
“Kondisi tebing masih labil, kami sudah menyarankan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk menggerakkan gotong royong dengan masyarakat dipasang rucuk bambu, lalu dipasang terpal untuk menghindari air hujan yang dapat memicu longsor susulan,” ungkapnya.
Untuk penanganan jangka panjang, BPBD juga mendorong pembangunan tembok penahan tanah (TPT) melalui koordinasi dengan instansi terkait. (*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Desa-Citengah-Sumedang-Selatan-Material-longsoran-1742026-1.jpg)