Senin, 4 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khubah Jumat 18 Oktober 2024: Berkata Baik atau Diam

Naskah Khubah Jumat 18 Oktober 2024: Berkata Baik atau Diam, Barometer Seorang Mukmin

Tayang:
Tribun Style
Ilustrasi menyuruh diam/jangan berisik 

Melalui materi khutbah Jumat kali ini, khatib mengajak kita semua untuk senantiasa bermuamalah dengan baik dalam wujud prilaku dan perkataan, baik itu di dunia maya maupun dunia nyata. Islam pun sangat memperhatikan etika berbicara dan berbuat karena menjadi bagian tidak terpisahkan dari interaksi kita dengan orang lain. 

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 11 Oktober 2024: Larangan Mengambil Hak dan Menzalimi Orang Lain

Rasulullah saw bersabda:   

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَـصمُـتْ    

Artinya: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari)   

Dari hadits ini kita bisa memahami bahwa pentingnya berkata baik dan diam, Rasulullah menyandingkannya dengan keimanan dan secara tidak langsung menjadi gambaran tolok ukur keimanan kita. Dari hal ini kita diajarkan untuk senantiasa berhati-hati dalam berbicara yang dalam konteks era saat ini adalah hati-hati dalam berkomentar seperti di media sosial. 

Semua yang kita katakan dan tulis di media sosial memiliki dampak konsekuensi yang baik ataupun buruk.   Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang sering dihadapkan pada situasi yang memerlukan pertimbangan antara berkata atau berdiam diri. Setiap kata yang keluar dari lisan kita harus dipertimbangkan, apakah membawa manfaat atau tidak. Jika tidak ada kebaikan yang bisa disampaikan, maka lebih baik diam. Ini bukan berarti kita tidak boleh berbicara, tetapi harus memastikan bahwa apa yang kita ucapkan itu benar, baik, tidak menyakiti orang lain, dan senantiasa mendatangkan manfaat.   

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 11 Oktober 2024: Tanda Lemahnya Iman Seorang Muslimin

Diam merupakan salah satu cara menjaga lisan dari perbuatan dosa. Kita sering mendengar bahwa lisan adalah salah satu penyebab utama manusia tergelincir ke dalam dosa. Berapa banyak perselisihan, permusuhan, bahkan peperangan yang terjadi hanya karena kata-kata yang tidak terkendali. Oleh karena itu, menjaga lisan adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.   

Dalam Al-Qur’an, Allah swt juga menyandingkan perintah berkata yang baik dan benar dengan keimanan dan ketakwaan. Hal ini termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 70-71:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا   

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.”   

Imam Baidhawi dalam Kitab Tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan قولا سديدا   yaitu ucapan yang ditujukan untuk tujuan kebenaran, karena hal itu akan mendatangkan beberapa manfaat. Perkataan baik dan benar memotivasi berbuat kebaikan sehingga selalu dalam lindungan Allah. 

Baca juga: Khutbah Jumat 11 Oktober 2024: Kewajiban Suami atas Keutuhan Keluarga dengan Tidak Menyakiti Istri

Allah juga akan mengampuni dosa karena selalu memegang keteguhan dalam ucapan maupun perbuatan.   Rasulullah SAW juga telah mengingatkan:  

 إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللّٰهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ   

Artinya: "Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridlai Allah, suatu kalimat yang ia tidak mempedulikannya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak meperdulikannya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka." (HR. Bukhari)   

Hadits ini mengingatkan kita bahwa kata-kata memiliki kekuatan yang sangat besar. Sebuah kata yang baik bisa membawa berkah, sementara kata-kata yang buruk dapat membawa malapetaka. Karena itu, kita harus senantiasa berusaha menjaga lisan dan perbuatan kita agar selalu dalam kebaikan.   

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved