Sabtu, 11 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khubah Jumat 18 Oktober 2024: Berkata Baik atau Diam

Naskah Khubah Jumat 18 Oktober 2024: Berkata Baik atau Diam, Barometer Seorang Mukmin

Tribun Style
Ilustrasi menyuruh diam/jangan berisik 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Hari Jumat merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari bagi umat muslim di dunia dan diyakini sebagai hari penuh keberkahan.

Pasalnya dalam hari tersebut, setiap muslim yang balig diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat.

Adapun beberapa syarat berlaku dalam pelaksanaan salat Jumat, di antaranya adalah melangsungkan Khutbah sebagai rukun dalam salat Jumat.

Dalam bekhutbah sang khotib menerangkan perihal ketaatan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 18 Oktober 2024: Menyantuni Anak Yatim sebagai Wujud Cinta Kepada Rasulullah

Terdapat berbagai macam tema dalam menyampaikan Khutbah Jumat.

Kali ini TribunPriangan akan mengulas Tentang Berkata Baik atau Diam sebagai Barometer Keimanan.

Pasalnya di era digital yang serba mudah dalam berkomunikasi saat ini, setiap individu memiliki kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan orang lain dengan sangat luas. Kemudahan ini harus dibatasi dengan etika karena jika tidak, komunikasi bisa ‘beraroma’ negatif dan memunculkan silang sengketa dan debat kusir. 

Maka berkata dengan baik atau diam menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan dan bisa menjadi barometer keimanan seseorang.

Khutbah I    

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا 
الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى :يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 18 Oktober 2024: Nikmatnya Surga dan Pedihnya Neraka

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat Rahimakumullah. 

Menjadi keniscayaan bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah swt yang telah menganugerahkan nikmat hidup di dunia. Kehidupan yang kita jalani harus senantiasa kita manfaatkan untuk beribadah dan menebar kebaikan untuk mewujudkan kemaslahatan bersama. Ini adalah wujud syukur kita yang diharapkan nikmat ini akan terus ditambah oleh Allah swt. Jangan sampai kita menjadi orang yang kufur nikmat sehingga semua kenikmatan ini akan diambil oleh Allah.   

Dalam kesempatan ini, kita juga harus senantiasa menyampaikan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw yang merupakan sosok pembawa risalah Allah, yang mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersyukur dan berupaya menjadi orang yang mampu mewujudkan terselenggaranya kebaikan.    

Menjadi keharusan pula bagi khatib untuk senantiasa mengingatkan jamaah, wabil khusus kepada khatib pribadi, untuk senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kepada Allah swt. Takwa menjadi rambu-rambu yang mengarahkan kita untuk senantiasa menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah swt. Terlebih di era digital saat ini, di mana kita tidak lagi hidup di satu dunia, namun di dua dunia yakni dunia nyata dan dunia maya.

Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat Rahimakumullah. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved