2 Kemungkinan Pemanggilan Calon Menteri oleh Prabowo Menurut Pengamat
Langkah Prabowo yang memanggil sejumlah nama untuk calon menteri bisa saja politis karena dukungan saat Pilpres.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pengamat politik dari Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Arlan Siddha menilai ada dua kemungkinan terkait langkah presiden terpilih Prabowo Subianto yang memanggil calon menteri untuk mengisi kabinetnya.
Menurut Arlan, langkah Prabowo yang memanggil sejumlah nama untuk calon menteri bisa saja politis karena dukungan saat Pilpres.
Kedua, kata Arlan, nama-nama yang dipanggil merupakan orang yang kompeten untuk mengisi kabinet di pemerintahan Prabowo.
"Jadi menurut saya apa yang dilakukan Pak Prabowo hari ini tentunya dia ingin memastikan bahwa konteks pilihannya itu disesuaikan dengan situasi politik dan kemampuan perorangan," ujar Arlan saat dihubungi, Senin (14/10/2024).
Arlan menilai, pemanggilan nama-nama itu dilakukan oleh Prabowo karena dia ingin melihat kompetensi dari mereka, sehingga mereka belum tentu masuk ke dalam kabinetnya.
Baca juga: 20 Tokoh Calon Menteri Dipanggil Prabowo Subianto, Berikut Daftar Namanya
Kendati demikian, lanjut Arlan, Prabowo secara garis besar sudah memiliki gambaran akan kabinetnya.
"Tapi saya masih berpikir apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo ini ada dua kemungkinan. Pertama memenuhi kuota politisnya dalam konteks dukungan ketika Pilpres kemarin dari partai poltik dan yang kedu memang Pak Prabowo mencoba membangun kabinet yang gemuk tapi diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai," katanya.
Sementara terkait kabinet gemuk, kata Arlan, bisa dilakukan Prabowo yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Kemungkinan juga, menurut Arlan, supaya memenuhi kuota politik yang memang beberapa partai politik tidak terakomodir untuk menjadi menteri.
Baca juga: Selain Data NPWP, Ada 9 Menteri yang Datanya Bocor Dikantongi Hacker Bjorka, Ini Daftar Menterinya
"Jadi kalau kemudian arahnya untuk mengakomodir kepentingan politik yang mendukung pada saat itu saya pikir ini sebuah kesalahan besar ya. Tapi kalau memang disesuaikan dengan kebutuhan saya pikir oke dan tidak ada masalah," ucap Arlan.
Dia melihat, kabinet yang sudah dibangun Presiden Joko Widodo juga sudah terlalu gemuk, sehingga seharusnya Prabowo tidak melakukan penggemukan di kabinet, tetapi harus mengefektifkan apa yang sudah dibangun oleh Jokowi.
"Tapi ini kan kembali lagi kepada kebutuhan bagaimana Pak Prabowo ini sebenarnya memang ingin membangun pemerintahannya," ujarnya.
Terkait adanya nama yang sebelumnya menjadi lawan politik Prabowo di Pilpres seperti Muhaimin Iskandar, Arlan menilai itu merupakan hal yang biasa dalam politik.
Namun pihaknya khawatir akan nama-nama dari partai politik yang masuk ke pemerintahan Prabowo.
| Tasikmalaya Siap Terapkan WFH Sehari Dalam 5 Hari Kerja, Berikut Penjelasan Mendagri |
|
|---|
| AMSI dan SPS Soroti Perjanjian Dagang RI–AS, Khawatirkan Kedaulatan Digital dan Masa Depan Pers |
|
|---|
| Bupati Tasikmalaya Satu Komando dengan Pusat Untuk Sukseskan Program Prioritas |
|
|---|
| PP Persis dan Wabup Fajar Sampaikan Terima Kasih untuk Prabowo Atas Pembangunan Sekolah |
|
|---|
| Wamen Dikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah Persis di Sumedang, Dorong Pemerataan Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/nama-dipanggi-Prabowo-calon-menteri-1.jpg)