Sabtu, 11 April 2026

Demo Kawal Putusan MK

Pintu Kaca Gedung DPRD Garut Pecah Dilempari Batu, Polisi Pukul Mundur Mahasiswa

Setelah negosiasi yang cukup lama, sejumlah mahasiswa diperbolehkan masuk ke halaman gedung. Namun, ketegangan meningkat minta masuk ke ruang rapat

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Sidqi Al Ghifari
Polisi melakukan penjagaan ketat di Jalan Patriot, setelah memukul mundur mahasiswa yang melempari Gedung DPRD Garut dengan batu, Jumat (23/8/2024) sore. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Garut melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Jumat (23/8/2024) sore. 

Aksi ini dilakukan untuk mengawal pembatalan revisi UU Pilkada yang sedang dibahas di DPR RI. 

Baca juga: Kawal Putusan MK, Adu Dorong Polisi dan Mahasiswa di Gedung DPRD Garut Terjadi Jumat Sore

Demonstrasi yang dimulai sejak siang hari semakin memanas ketika mahasiswa mulai membakar ban di halaman Gedung DPRD.

Mereka menuntut untuk diizinkan masuk ke aula rapat guna melakukan dialog langsung dengan anggota DPRD.

"Kami hanya ingin memastikan bahwa revisi UU Pilkada dibatalkan. Izinkan kami masuk untuk berdialog!" seru salah satu koordinator aksi di depan massa.

Setelah negosiasi yang cukup lama, sejumlah mahasiswa diperbolehkan masuk ke halaman gedung. Namun, ketegangan meningkat ketika mahasiswa meminta akses ke dalam ruang rapat, sementara barisan polisi dengan perlengkapan lengkap berjaga di depan pintu masuk.

Baca juga: Kawal Putusan MK, Ratusan Mahasiswa di Sumedang Unjuk Rasa, Pagar DPRD Nyaris Roboh

Situasi memuncak saat negosiasi antara mahasiswa dan polisi berjalan alot. Beberapa mahasiswa melempari pintu gedung dengan batu dan botol air mineral, memicu bentrokan antara aparat dan demonstran.

Pantauan TribunPriangan.com, terdapat kerusakan akibat lemparan batu pada pintu masuk gedung DPRD yang terbuat dari kaca. 

Polisi terpaksa memukul mundur massa yang mencoba mendekati pintu masuk dengan lebih agresif. Seluruh mahasiswa kemudian berlarian meninggalkan halaman gedung.

Salah seorang mahasiswa terdengar berteriak "Mundur! Mundur!"

Mahasiswa kemudian berlarian ke arah kampus Institute Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, sedangkan polisi melakukan penjagaan ketat dengan menutup akses lalu lintas di Jalan Patriot. 

Baca juga: Demokrasi Telah Dikebiri, HMI Cabang Tasikmalaya Gelar Tabur Bunga Depan Kantor Pemkab Tasikmalaya

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved