Selasa, 14 April 2026

Langkah Dinkes Kota Tasikmalaya Wujudkan ODF 100 Persen

Kini Dinkes Kota Tasikmalaya tengah melakukan proses pembangunan kelayakan sanitasi.

Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Kompas.com
Ilustrasi toilet. Langkah Dinkes Kota Tasikmalaya Wujudkan ODF 100 Persen 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Permasalahan perilaku buang air besar sembarangan rupanya masih terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat, pihaknya terus mendorong masalah tersebut dengan cara deklarasi stop buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

"Semua kecamatan sudah berkomitmen 100 persen untuk ODF, tapi baru kemarin deklarasinya (pada Selasa, 6/8/2024 lalu)," ucapnya kepada TribunPriangan.com saat ditemui di kantornya pada Senin (12/8/2024).

Baca juga: Pj Sekda Kota Tasikmalaya Pimpin Apel Harganas ke-31, Komunikasikan Isu Stunting Dalam Harganas

Sementara kecamatan yang ODF-nya sudah terselesaikan, tambah Uus, kurang lebih di angka 55 persen.

"Tinggal sisanya kemarin, kami deklarasi dalam bentuk komitmen ini, insya Allah akan berjalan," ujarnya.

Bahkan, kata Uus, kini pihaknya tengah melakukan proses pembangunan kelayakan sanitasi.

Baca juga: Formasi CPNS di 16 Pemda Jawa Barat untuk Seleksi CPNS 2024, Banjar dan Tasikmalaya Cukup Besar

"Sedang berjalan di beberapa kecamatan, termasuk yang sedang berjalan hari ini ada di Tamansari, (tepatnya) di beberapa kelurahan. Ya ini untuk memenuhi komitmen yang sudah dideklarasikan," terangnya.

Uus menargetkan komitmen ODF yang dideklarasikan di seluruh Kecamatan Kota Tasikmalaya rampung 100 persen pada tahun 2024.

"Ini merupakan salah satu upaya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ya. Yang dikejar step by step itu nanti perubahan perilaku dalam konsep akses sanitasi," jelasnya.

Baca juga: 63,09 Persen KK di Cihideung Kota Tasikmalaya Belum Miliki Akses Sanitasi Layak

Sedangkan masyarakat yang buang air besar sembarangan, menurut Uus, akan didalami ihwal adanya proses pemicuan, menganalisis natural leader perilaku tersebut, merencanakan aksi penanggulangannya, pemantauan di lapangan, dan memastikan ketersediaan suplai sanitasi yang baik.

"Barulah setelah itu, kita kejar juga target 100 persen masyarakat Kota Tasikmalaya stop buang air besar sembarangan. Lalu direncanakan untuk perilaku higiene lainnya, buat peraturan dari masyarakat untuk menjaga ODF, pemantauan di lapangan, dan verifikasi berkala," paparnya.

Dengan begitu, tambah Uus, akan adanya peningkatan kualitas sarana sanitasi serta terjadinya perubahan perilaku higiene di masyarakat Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Baca juga: Dinkes Sanggah Terjadi KLB Demam Berdarah di Kota Tasikmalaya, Tapi Kenaikannya Cukup Tinggi

"Tapi juga itu pelunya promosi sanitasi dan pemantauan di lapangan, barulah nanti akan terus dievaluasi secara berkala," katanya.

"Diharapkan, semua upaya tersebut bermuara pada masyarakat Kota Tasikmalaya yang menerapkan perilaku higiene sanitasi secara permanen," pungkas Uus.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved