Kesehatan
Pemerintah Disarankan Digitalisasi Sistem Kesehatan Guna Turunkan Diabetes Melitus
Indonesia menjadi salahsatu negara dengan prevalensi diabetes tinggi dan terus mengalami peningkatan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Guru besar Fakultas Kedokteran Unpad, Prof Hikmat Permana menyoroti terkait penyakit diabetes melitus yang menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas global, serta bisa menimbulkan berbagai komplikasi.
Menurutnya, perlu tata kelola diabetes melitus yang terintegrasi di Indonesia guna mengatasi berbagai masalah.
Indonesia menjadi salahsatu negara dengan prevalensi diabetes tinggi dan terus mengalami peningkatan.
Baca juga: Stunting Berpotensi Sebabkan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak-anak
Sebab, bukan karena berkaitan dengan pola hidup seperti banyaknya konsumsi gula dan kurang berolahraga, tapi faktor risiko lain, semacam pada individu dengan gangguan toleransi gula menjadi alasan peningkatan prevalensi pasien diabetes.
"Kuncinya, bagaimana kendalikan gula darah. Kami ada usaha, ada peluang untuk bisa menurunkan komplikasi pada pasien-pasien diabetes. Pengendalian faktor risiko diabetes atau kegemukan dalam perut alias obesitas sentral akan menurunkan 36,8 persen prevalensi gagal ginjal kronik," ujarnya, Minggu (4/8/2024).
Dia menambahkan, dalam mengendalikan kadar gula darah untuk kurangi faktor resiko penyakit diabetes dan komplikasi lain menjadi tantangan tak hanya bagi dunia medis, melainkan semua pihak.
Baca juga: Menganal Kondisi Autoimun yang Diidap Babe Cabita, Punya Lebih dari 100 Jenis Cabang Penyakit
"Kami harap dokter tak hanya berperan sebagai seorang yang mengobati tapi sebagai edukator dalam pembentukan kesehatan yang lebih baik. Upaya kendalikan kadar gula darah yang sudah dilakukan oleh dokter dan pasien sampai sekarang belum menunjukan hasil memuaskan," ujarnya.
Itu terbukti dengan meningkatnya pasien diabetes yang melakukan cuci darah dan meningkatnya pasien yang melakukan pemasangan ring jantung.
Prof Hikmat menuturkan, ada beberapa faktor yang harus dibenahi salah satunya sistem kesehatan yang mendukung memberi pelayanan kesehatan, yakni program rujukan.
"Program rujuk dan rujuk balik tak bisa dipisahkan dari sistem kesehatan lantaran untuk mencapai efektivitas dengan kualitas pelayanan optimal. Sistem pelayanan kesehatan dan praktik klinis terjadi berbagai hambatan baik standar berbeda, kebutuhan iur bayar yang masih tinggi, jaminan asuransi, dan posisi formularium yang sangat kurang baik, koordinasi perencanaan buruk, pertukaran data kurang lengkap, sampai teknologi kurang memadai," katanya.
Baca juga: Agar Penyakit Turunan Diabetes Tak menular ke Generasi Selanjutnya Ingatkan 6 Hal Ini
Lebih lanjut, katanya, sistem rujukan di Indonesia masih belum berjalan dengan baik, maka diperlukan digitalisasi rujukan dalam satu platform, yakni 'satu sehat' yang dibuat Kemenkes RI.
"Dalam aplikasi itu masyarakat bisa lakukan rujukan online yang terintegrasi sehingga aksesibilitas masyarakat lebih mudah. Pengembangan digitalisasi itu perlu dilakukan secara komprehensif karena pengobatan di Indonesia harus mulai direhabilitatif, kuratif, preventif, sampai promosi kesehatan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan," katanya.
Selain itu, digitalisasi rujukan medis Prof Hikmat menyebut keniscayaan dalam perkembangan dunia kedokteran modern membentuk jejaring data secara menyeluruh dari seluruh sistem pelayanan kesehatan dalam era disrupsi menuju pelayanan kesehatan berkualitas.(*)
| Link Pendaftaran Petugas Kesehatan Haji 2026, Masih Dibuka Hingga 3 Desember 2025! |
|
|---|
| 10 Twibbon Hari Kesehatan Nasional 2025 Terbaik, Ajak Hidup Sehat Orang Tersayang |
|
|---|
| 15+ Poster Hari Kesehatan Nasional untuk Postingan Instagram, Lengkap Cara Pasangnya |
|
|---|
| Twibbon Hari Kesehatan Nasional 2025, Sembuh dan Sehat Bareng Yuk! |
|
|---|
| Twibbon Menarik Hari Kesehatan Nasional 2025, Men Sana In Corpore Sano |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Perbedaan-diabetes-tipe-1-dan-tipe-2.jpg)