Rabu, 6 Mei 2026

Suplai dan Permintaan Daging Ayam di Tasikmalaya Tak Seimbang, Pemkot dan BI Dorong Program Paranje

Budidaya ayam kampung, dikatakan Cheka, sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat kebutuhan masyarakat semakin tinggi.

Tayang:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Aldi M Perdana
Pj Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah di lokasi acara peresmian Program Paranje di Kelompok Tani Sawargi Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (30/7/2024). 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pj Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan, suplai dan permintaan daging ayam di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tidak seimbang.

"Saat ini preferensi konsumsi masyarakat Kota Tasikmalaya terhadap ayam kampung meningkat," ucapnya pada Selasa (30/7/2024).

Menurut Cheka, produksi daging ayam kampung di Kota Tasikmalaya berada di angka 575,82 ton per tahun.

"Sedangkan kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya itu sebesar 6.005 kilogram per hari atau 2.191,8 ton per tahun," jelasnya.

Budidaya ayam kampung, tambah Cheka, sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat kebutuhan masyarakat semakin tinggi.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya terus mendorong program Pengembangan Ayam Rancage (Paranje).

Baca juga: 7 Kelompok Peternak Ayam Dapat Bantuan Pemkot Tasikmalaya dan Bank Indonesia, via Program Paranje

Paranjé sendiri merupakan Bahasa Sunda yang—dalam bahasa Indonesia—berarti kandang ayam/kambing/sapi.

Program Paranje yang digalakan Pemkot Tasikmalaya bersama BI setempat, digadang-gadang mampu mendukung pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Di di Kampung Sinar Jaya, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sendiri, sebanyak tujuh kelompok tani—di antaranya merupakan kelompok subsisten—yang terdiri dari Kelompok Tani Sinar Jaya, Taruna Tani Mekar Jaya, Mekar Bakti, Taruna Tani Mewangi Mandiri, Tani Sukamekar II, Taruna Tani Berkobar, mendapat bantuan mini closed house secara langsung.

Mini closed house merupakan kandang sistem tertutup yang dapat menjamin keamanan biologis, seperti menghindari kontak dengan makhluk hidup lain yang dapat menyebabkan penyakit dan stress pada ternak.

Program Paranje ini sebelumnya diinisasi di Kelompok Tani Sawargi Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Tentu saya ucapkan terima kasih kepada BI Tasikmalaya atas bantuannya yang berupa peralatan Paranje kepada 7 kelompok tani ini," jelas Cheka.

Melalui program Paranje, dirinya pun diketahui mengupayakan budidaya Ayam Sentul.

"Ayam Sentul merupakan sumberdaya kearifan lokal Jawa Barat. Ayam ini sangat adaptif dengan lingkungan minimal, sehingga ayam ini dapat dipelihara di lahan yang sempit," papar Cheka.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved