Kamis, 4 Juni 2026

Jamaah Islamiyah Bubar

Proses Panjang Pembubaran Jamaah Islamiyah Jabar-Banten di Bandung, Ini Awal Mulanya

Dulu JI berpandangan, bahwa Indonesia itu bukanlah negara Islam tetapi juga bukan negeri kufur.

Tayang:
Tribun Jabar/Nappisah
Ustadz Abu Dujana (kiri) mantan komandan Askari, Ustadz Zarkasih (kanan) mantan Amir JI 2004-2007 saat diwawancarai di salah satu Hotel di Bandung, Sabtu (27/7/2024) 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Mantan Amir Jamaah Islamiyah periode 2004-2007, Zarkasih menjelaskan, bahwa proses membubarkan organisasinya telah melalui tahapan panjang.

Dikatakan Zarkasih, salah satu alasan mengapa akhirnya Jamaah Islamiyah membubarkan diri adalah terkait keilmuan.

Dulu JI berpandangan, bahwa Indonesia itu bukanlah negara Islam tetapi juga bukan negeri kufur.

Baca juga: Ratusan Anggota Jamaah Islamiyah Jabar Banten Deklarasi Pembubaran Organisasi di Bandung

Hal itu bisa dimaknai JI memusuhi NKRI, tetapi tidak memusuhi warga negaranya.

"Kami merasa seperti ada yang kontradiktif dalam langkah-langkah kami," ujar Zarkasih, Sabtu (27/7/2024).

Bubarnya organisasi yang telah berusia 31 tahun ini pun datang dari para senior atau tokoh JI.

Baca juga: Pilkada Kota Bandung 2024, Budayawan: Bandung Harus Diubah jadi Kota yang Manusiawi

Zarkasih memastikan tidak ada tekanan dari manapun.

"Ini tidak ujug-ujug ya, tidak serta-merta. Dari jauh-jauh sudah ada komunikasi dan itu tidak dipublikasikan," katanya.

Zarkasih tak memungkiri, perjalanan 31 tahun JI identik dengan teror seperti Bom Bali I dan Bom Bali II masih melekat di masyarakat.

Baca juga: Curhat Forum RW soal Pendidikan hingga Kesejahteraan Kepada Cawalkot Bandung: Ingin PIPPK Berlanjut

"Kami punya kejujuran, tulus dalam pembubaran ini, diharapkan pemerintah merespons dari ketulusan kami. Tapi kita pelan-pelan akan berikan keterangan supaya masyarakat terbuka dan paham," ucapnya.

Keputusan Jamaah Islamiyah membubarkan diri juga tak lantas membuat Pemerintah dalam hal ini Densus 88 menang.

"Bagi kami dalam urusan ini tidak ada kalah dan menang. Saya melihat di sini, semuanya menang. Densus mengharapkan seperti ini, saya secara pribadi mengharapkan seperti ini," katanya.

"Dengan pembubaran ini saya senang, bahagia sekali dan ke depannya saya akan berusaha membantu yang dibutuhkan Densus 88," tambahnya. [*]

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved