Kamis, 7 Mei 2026

PMII Unsil Soroti 4 Masalah di Sektor Pendidikan, Ini Kata Disdik Kota Tasikmalaya

Mereka membahas 4 permasalahan pendidikan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dan sempat alot hingga menjelang petang

Tayang:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Dedy Herdiana
tribunpriangan.com/aldi m perdana
Sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya diketahui menggelar audiensi dengan 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya diketahui menggelar audiensi dengan sektor pendidikan di Ruang Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya pada Jumat (21/6/2024) siang.

Sektor pendidikan yang menghadiri, yakni pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat wilayah XII, Dinas Pendidikan (Dinsdik) Kota Tasikmalaya, dan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya.

Mereka membahas 4 permasalahan pendidikan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dan sempat alot hingga menjelang petang.

4 masalah tersebut yakni, evaluasi segala kebijakan yang telah dilakukan dalam sistem pendidikan, evaluasi kinerja tenaga pendidik, infrastruktur di dunia pendidikan, serta kemampuan sekolah bagi masyarakat.

Plt Kadisdik Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surahman menilai, pertemuan tersebut untuk sama-sama mengawal PPDB setempat supaya bersih dari transaksional.

"Nah, terkait masalah infrastruktur, memang terjadi kekuranglayakan, terutama di jenjang SD. Saya hampir setiap hari masuk ke wilayah yang jauh dari pusat keramaian kota," ujarnya pada Jumat (21/6/2024).

Pihaknya mengaku tidak bisa melakukan pembangunan tahun ini, lantaran harus melalui proses pengusulan dan prosedur lainnya.

"Mudah-mudahan, apa yang jadi konsen saya, membangun infrastruktur agar mencipatakn suasana yang nyaman dan aman bagi peserta didik," ucapnya.

Ucu juga menyinggung terkait bagaimana mengangkat derajat guru, sebab nilai kesejahteraan sudah jelas dialokasikan.

"Bagaimana mengangkat harkat dan derajat mereka. Sekarang, dengan kurikulum merdeka, itu sering mengingatkan guru untuk tidak masuk lebih banyak menghadap laptop, tetapi membangun ruang-ruang kebahagiaan dengan peserta didik. Fenomena sekarang, kita merasakan betul bahwa literasi kita semakin kurang. Minat baca bagus, daya baca kurang," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PMII Komisariat Unsil Tasikmalaya, Dendy mengatakan, bahwa ada 4 masalah utama yang dibahasnya.

"Pertama, dari pemerintahan itu harus mengevaluasi segala kebijakan yang telah dilakukan dalam sistem pendidikan. Kedua, mengenai evaluasi kinerja tenaga pendidik itu 'kan masih banyak pendidikan karakter yang belum dilakukan," ungkapnya.

Selanjutnya, tambah Dendy, pihaknya menyinggung terkait infrastruktur dunia pendidikan di kota Tasikmalaya yang dinilai belum terpenuhi.

"Kemudian juga realisasi sekolah-sekolah ataupun siswa yang tidak bisa merasakan bangku persekolahan. Itupun harus segera dilakukan dan diantisipasi oleh para pemangku kebijakan," jelasnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved