Peningkatan PAD Perlu Dilakukan Pendampingan agar Potensi Aset Desa tak Sia-sia
Dahulu aset desa masih berupa pertanian, maka di era saat ini mulai bergeser dengan diversifikasi aktivitas di desa.
Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pemetaan potensi aset desa bisa dioptimalkan dengan dukungan berbagai pihak. Salah satunya dengan penyerapan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Adapim desa yang dibidik Universitas Islam Bandung supaya PAD bisa lebih optimal adalah Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.
Ketua tim Pengabdian Kepada Masayarakay (PKM) Unisba Tarlani mengatakan, bahwa pada rencanatata ruang tahun 2016-2036 Kabupaten Bandung, wilayah Kecamatan Cimaung diarahkan dalam pendapatan desanya, yakni wisata gunung puntang, produksi kopi, pertanian holtikultura, dan sebagainya.
Melalui pendampingan berbentuk workshop ini diharapkan dapat mengembangkan lebih lagi pada potensi aset desa melalui lembaga di desa.
“Kami juga akan mendiskusikan mengenai potensi aset-aset yang bisa didayagunakan untuk peningkatan pendapatan desa,” tuturnya, Selasa (14/5).
Baca juga: KISAH Numan Tsabit, Tunanetra yang Mampu Jadi Sarjana di Unisba, Kuliah Berkat Hafal Alquran
Pasalnya, jika dahulu aset desa masih berupa pertanian, maka di era saat ini mulai bergeser dengan diversifikasi aktivitas di desa.
Misalnya aktivitas di desa bisa dikembangkan menjadi desa wisata.
Sementara Kepala Desa Campakamulya Haris mengatakan, guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan perangkat desa dalam optimalisasi aset, butuh pengembangan desa berdasarkan keilmuan.
Baca juga: Manfaat Pojok Statistik Bagi Akademisi dan Mahasiswa, Kini Hadir di Unisba
“Materi bisa hilang, tapi ilmu dapat bertahan lama," jelasnya.
Pendampingan dilakukan dalam pengelolaan manajemen aset desa, rancangan produk desa, dan membuat jejaring bisnis produk unggulan denganbranding di Desa Campakamulya.
Sehingga, peningkatan asli desa yang berasal dari pemanfaatan dan penatausahaan aset desa sertapengelolaan usaha dari BUMDes. (*)
| Pemkab Tasik Cari PAD Tambahan Lewat Kerjasama Pihak Ketiga |
|
|---|
| Bapenda Pangandaran Klaim PAD Pariwisata 2025 Lampaui Target, Tahun 2026 Naik Jadi Rp 50 Miliar |
|
|---|
| Demi Tingkatkan PAD di Tengah Efisiensi, Dishub Kota Tasik Akan Naikkan Target Retribusi Parkir |
|
|---|
| APBD Ciamis Turun Dalam 7 Tahun Terakhir, Bupati Ajak Tingkatkan PAD dan Kemandirian Daerah |
|
|---|
| TKD Dipangkas Rp 144 Miliar, Ketua DPRD Pangandaran Sebut Momentum Pemerintah Daerah Mandiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/PAD-Desa-Campakamulya.jpg)