Kamis, 7 Mei 2026

Potensi Bencana di Tasikmalaya Apa Saja? Ini Kata BPBD

(BPBD) Kota Tasikmalaya tampak mendirikan sejumlah tenda darurat di kawasan Situ Gede, Kota Tasikmalaya

Tayang:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surahman, saat diwawancarai usai meninjau rumah yang robih akibat hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jumat (27/1/2023). 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAM.COM, KOTA TASIKMALAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya tampak mendirikan sejumlah tenda darurat di kawasan Situ Gede, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Rabu (8/5/2024).

Sejumlah personel satuan tugas (satgas) kebencanaan juga terlihat lalu-lalang membopong korban yang berjatuhan.

Baca juga: Sesar Cijulang Lintasi Wilayah Tasikmalaya, BPBD Berikan Penjelasan Begini

Sementara itu, beberapa perahu karet juga diturunkan di wilayah perairan Situ Gede guna menyelamatkan para korban di sejumlah titik.

Suara sirine ambulans meraung-raung tatkala mengevakuasi para korban yang berhasil diselamatkan.

Kejadian tersebut merupakan simulasi water rescue di peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada setiap tanggal 26 April.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar Surahman mengungkap sejumlah potensi bencana di wilayahnya.

"Potensi yang kita (red: Kota Tasikmalaya) miliki, dalam hidrometeorologi ya, angin kencang, pohon tumbang, longsor di wilayah-wilayah tertentu misalnya Taman Sari, Cibeureum, Purbaratu, dan Urug di Kawalu, itu potensi tanah longsor," ucapnya kepada TribunPriangan.com saat ditemui di lokasi pada Rabu (8/5/2024).

Sedangkan bencana yang berkaitan dengan pergerakan tanah, tambah Ucu, hanya sambungan di Gunung Tanjung yang berlokasi di Setiawargi.

"Lalu, ihwal potensi banjir, Kota Tasikmalaya tidak memiliki, tapi yang kita rasakan hari ini dan beberapa waktu yang lalu, adalah luapan sungai yang menggenangi pemukiman," terangnya.

Menurut Ucu, hal tersebut bukan banjir, melainkan luapan yang terjadi akibat debit air terlalu tinggi, volume air tinggi, dan sungai yang tidak mampu menampung karena kapasitasnya kecil.

"Oleh sebab itu, kami seringkali bekerja sama dengan pemerintahan setempat dan dengan kelurahan dalam rangka membentuk Katana (Kelurahan Tanggap Bencana), sehingga simpul-simpul masyarakat kita nanti bisa selamat dari bencana dan bisa melakukan evakuasi mandiri," paparnya.

Ucu juga menyebut, Katana sendiri belum bisa dinilai efektif atau tidak.

"Ya mudah-mudahan efektif, karena kita belum pernah mendapatkan darurat banjir seperti di tempat lain. Dalam menghadapi bencana ini, kalau kesiapan masyarakat, saya tidak bisa menilai langsung. Tapi kalau BPBD, saya akan katakan 100 persen siap!" tegasnya.

Sedang pada kegiatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Situ Gede tersebut, Ucu memlihi tema water rescue lantaran pada saat ini, Kota Tasikmalaya tengah menghadapi Siaga Darurat Hidrometeorologi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved