Rabu, 6 Mei 2026

Pilkada Kota Tasikmalaya 2024

Pilkada Kota Tasikmalaya, Budayawan Bode Riswandi Berharap Tidak Ada Sosok Cawalkot yang Seperti Ini

Budayawan Tasikmalaya, Bode Riswandi menanggapi keramaian Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 yang diwarnai baliho-baliho para Calon Wali Kota.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Ilustrasi Bale Kota Tasikmalaya, kantor dinas Wali Kota Tasikmalaya, yang kini sedang menjadi buruan para calon Wali Kota yang ingin berkantor di sana. 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Jelang Pilkada Kota Tasikmalaya yang jatuh pada 27 November 2024 mendatang, kehebohan para calon Wali Kota Tasikmalaya itu sudah semakin terlihat santer.

Sejumlah tokoh beramai-ramai menampilkan eksistensinya melalui baliho yang tersebar hampir di setiap sudut kota.

Baca juga: Pilkada Kota Tasikmalaya, Budayawan Ini Beberkan Kriteria Cawalkot yang Harus Dipilih Masyarakat

Bahkan, ada sejumlah baliho Calon Wali Kota yang terpampang di sebelah spanduk iklan film hantu yang berlokasi di perempatan Jalan Bantar, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Budayawan Tasikmalaya, Bode Riswandi menanggapi keramaian Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 yang diwarnai baliho-baliho para Calon Wali Kota.

"Fenomena memantas-mantaskan diri itu memang fenomena musiman ketika ada hajat-hajat besar, khususnya pada hajat politik. Kadang tiba-tiba bermunculan orang-orang yang sebelumnya tidak dikenal, tetapi bagus bilamana memiliki investasi sosial sebelumnya," ujar dia kepada TribunPriangan.com saat ditemui pada Rabu (8/5/2024).

Akan tetapi, tambah Bode, sejumlah pihak yang memantas-mantaskan diri akan sangat merepotkan jika hadir bukan karena sebuah gagasan yang cemerlang.

"Nah, yang repot itu adalah dia yang memantas-mantaskan diri hadir bukan karena idealisme dan gagasannya, tapi karena unsur yang lain. Itu harus kita khawatirkan, mudah-mudahan di Kota Tasikmalaya tidak ada yang demikian," terang lelaki yang juga menjabat sebagai Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya tersebut.

"Tentu, ini pesan tidak hanya bagi para kandidat Calon Wali Kota Tasikmalaya saja, tetapi juga kepada masyarakat, karena apa yang kita tentukan di Pilkada mendatang, akan berdampak 5 tahun ke depan," tuturnya.

Senada dengan Bode, Pengamat Politik asal Tasikmalaya, Asep Tamam mengatakan, fenomena tersebut merupakan hal baru saat ini.

"Menarik sih itu, ada sesuatu yang baru. Jadi ternyata, Kota Tasikmalaya memiliki banyak tokoh yang memantas-mantaskan diri di Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 mendatang dan itu artinya, hak politik hari ini lebih terbuka di Kota Tasikmalaya," ungkapnya belum lama ini.

Sementata yang terjadi hari ini—pasca-Pilkada, Asep menilai, aktivis politisi di Kota Tasikmalaya sudah sedemikian dinamis, aktif, gencar, dan menunjukan nuansa-nuansa yang berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Bisa jadi, apa yang menjadi keramaian hari ini tidak ada hubungannya dengan nanti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai-partai yang ada. Bisa jadi seperti itu ya, mungkin juga DPP saat ini sedang menelaah siapa berpasangan dengan siapa," tuturnya.

Akan tetapi, tambah Asep, itu merupakan upaya partai tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC), meski pada kenyataannya nanti akan terjawab oleh realitas, bahwa Surat Keputusan (SK) itu milik DPP. "Kumaha DPP weh, gitu," sambung Asep.

"Ya itu menjadi sisi menariklah dari proses menjelang Pilkada di Kota Tasikmalaya, sehingga kita hari ini belum bisa memprediksi siapa berpasangan dengan siapa," pungkasnya. (*)

Baca juga: Pilkada Sumedang, PDIP Kunjungi DPC PPP, Dony Ahmad Munir Berterimakasih, Tanda Akan Koalisi?

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved