Sabtu, 18 April 2026

Baru 4 Bulan Dibangun, TPT di Cigendel Sumedang Retak-Ambles Bahayakan Pemudik

Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan Wana Wisata Cigendel, Pamulihan, Sumedang yang baru empat bulan dibangun oleh Dinas  PUPR Provinsi Jabar

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan Wana Wisata Cigendel, Pamulihan, Sumedang yang baru empat bulan dibangun oleh Dinas  PUPR Provinsi Jabar 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan Wana Wisata Cigendel, Pamulihan, Sumedang yang baru empat bulan dibangun oleh Dinas  PUPR Provinsi Jabar retak-retak dan kembali ambles

Seperti terpantau, Sabtu (6/4/2024), kondisi ini membahayakan pemudik dan membuat pemilik warung di sekitar lokasi itu khawatir akan bahaya susulan.

Dahulu, berdasarkan catatan, tebing di lahan milik Perhutani ini terjadi pada Rabu (24/4/2022) sekitar pukul 20.10.

Ketika itu, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun bangunan dua warung nasi ambruk diseret tanah ambles, warung-warung yang hancur juga merupakan kerja sama warga dan Perhutani.

Area ambles itu lalu ditangani pemerintah. Namun, terpantau Sabtu, sudah ada retakan lagi. 

Baca juga: Jaga Pasokan Listrik Jelang Idulfitri 2024, PLN UP3 Sumedang Apel Siaga Kelistrikan

Retakan dengan panjang sekitar 50 meter itu telah ditanbali dengan acian semen namun bagian tengah TPT menyusul ambles sekitar 50 centimeter. 

"Ya, baru empat bulan selesai dibangun sudah retak-retak," Odik (57) pemilik warung nasi di samping TPT kepada Tribun Jabar.id.

Odik mengatakan, keretakan dan ambrolnya di bagian tengah TPT diduga saat proses pengurugan berlangsung, tanah yang urugan tidak dipadatkan terlebih dahulu. 

"Tanahnya tidak dipadatkan dulu, langsung ditembok," ujarnya. 

Ia mengaku khawatir semakin lmembesar dan terjadi ambrol susulan.  Terlebih, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. 

"Takut kembali ambrol, tapi hanya bisa pasrah," katanya. 

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Rancakalong Suryana,  mengatakan dia sudah lama melihat kondisi tersebut. 

"Ya, kurang lebih sudah empat bulan, itu bukan proyek Perhutani, itu proyek PUPR Jawa Barat dan dikerjakan oleh pihak ketiga," ucapnya. 

Surayana mengatakan, pihak-pihak terkait dari Dinas PUPR Jawa Barat telah melakukan pengecekan di lokasi tersebut. 

"Kemarin dari PUPR Jabar dan Kapolsek Pamulihan sudah meninjau lokasi," kata Suryana.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved