BBM Subsidi di Pangandaran Masih Mudah Didapat, Aktivitas Nelayan Tetap Normal
Nelayan di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih aman dan mudah diperoleh di SPBU
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Nelayan di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih aman dan mudah diperoleh di SPBU.
Kondisi ini membuat aktivitas melaut tetap berjalan normal, meski situasi konflik di Timur Tengah tengah berlangsung.
Sejumlah nelayan mengaku belum merasakan dampak terhadap pasokan BBM, khususnya jenis pertalite yang menjadi kebutuhan utama untuk melaut.
Seorang nelayan Pangandaran, Lukman (43), mengatakan dirinya masih dapat membeli BBM bersubsidi dengan mudah menggunakan barcode yang telah diberikan pemerintah.
"Alhamdulillah masih mudah, kalau mau ke SPBU tinggal bawa barcode," ujar Lukman dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat (17/4/2026) siang.
Baca juga: Misteri Perahu Kosong di Laut Garut Terungkap, Nelayan Ditemukan Meninggal
Baca juga: Pendapatan Nelayan di Pangandaran Menurun Tajam di Musim Paceklik Sekarang
Dalam sekali melaut, Lukman biasanya membeli antara 10 hingga 15 liter pertalite. Jumlah itu dinilai cukup untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan.
"Saya paling banyak 15 liter, itu cukup untuk beroperasi menangkap ikan di laut," katanya.
Senada disampaikan Herman (38), nelayan jaring arad di Pangandaran. Ia mengaku sudah beberapa pekan terakhir tetap beraktivitas bersama rekannya di kawasan Pantai Timur Pangandaran tanpa kendala BBM.
"Kalau soal BBM, kata bos saya masih mudah. Buktinya kita masih bisa kerja menarik jaring arad," ucap Herman.
Meski demikian, Herman berharap tidak terjadi kelangkaan BBM yang dapat mengganggu mata pencaharian nelayan.
"Ya mudah-mudahan jangan sampai terjadi. Nanti kita bingung mau kerja apa kalau BBM langka," ujarnya.
Sementara itu, nelayan di Bojongsalawe, Parigi, Asep Nandar, juga memastikan BBM bersubsidi masih tersedia dengan harga stabil.
"Di SPBU harganya masih Rp 10 ribu per liter. Kita tinggal menunjukkan barcode saja," kata Asep.
Asep berharap pemerintah terus melakukan langkah antisipatif agar pasokan BBM tetap terjaga dan tidak mengalami kelangkaan maupun kenaikan harga.
"Pemerintah harus antisipasi, jangan sampai langka dan mahal," ujarnya. (*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com Lainnya di Google News
| Akses Jalan Kawasan Wisata Citengah - Cisoka Sumedang Sudah Kembali Normal |
|
|---|
| Izin Belum Lengkap, Satpol PP Pangandaran Hentikan Sementara Operasional LPK |
|
|---|
| Pria Asal Cigalontang Diringkus Polisi Usai Gasak Uang SPBU Singaparna Tasikmalaya |
|
|---|
| Pengendara Motor Nyaris Terjatuh Saat Terobos Razia di Padaherang Pangandaran |
|
|---|
| Viral Petani di Banjarsari dan Pangandaran Keluhkan Sulitnya Membeli Pupuk Bersubsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/nelayan-pangandaran-libur-melaut-kearifan-lokal-1.jpg)