Sabtu, 18 April 2026

BBM Subsidi di Pangandaran Masih Mudah Didapat, Aktivitas Nelayan Tetap Normal

Nelayan di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih aman dan mudah diperoleh di SPBU

Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Tribunpriangan.com/Padna
BBM AMAN - Nelayan di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih aman dan mudah diperoleh di SPBU. Foto ilustrasi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Nelayan di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih aman dan mudah diperoleh di SPBU

Kondisi ini membuat aktivitas melaut tetap berjalan normal, meski situasi konflik di Timur Tengah tengah berlangsung.

Sejumlah nelayan mengaku belum merasakan dampak terhadap pasokan BBM, khususnya jenis pertalite yang menjadi kebutuhan utama untuk melaut.

Seorang nelayan Pangandaran, Lukman (43), mengatakan dirinya masih dapat membeli BBM bersubsidi dengan mudah menggunakan barcode yang telah diberikan pemerintah.

"Alhamdulillah masih mudah, kalau mau ke SPBU tinggal bawa barcode," ujar Lukman dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat (17/4/2026) siang.

Baca juga: Misteri Perahu Kosong di Laut Garut Terungkap, Nelayan Ditemukan Meninggal

Baca juga: Pendapatan Nelayan di Pangandaran Menurun Tajam di Musim Paceklik Sekarang

Dalam sekali melaut, Lukman biasanya membeli antara 10 hingga 15 liter pertalite. Jumlah itu dinilai cukup untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan.

"Saya paling banyak 15 liter, itu cukup untuk beroperasi menangkap ikan di laut," katanya.

Senada disampaikan Herman (38), nelayan jaring arad di Pangandaran. Ia mengaku sudah beberapa pekan terakhir tetap beraktivitas bersama rekannya di kawasan Pantai Timur Pangandaran tanpa kendala BBM.

"Kalau soal BBM, kata bos saya masih mudah. Buktinya kita masih bisa kerja menarik jaring arad," ucap Herman.

Meski demikian, Herman berharap tidak terjadi kelangkaan BBM yang dapat mengganggu mata pencaharian nelayan.

"Ya mudah-mudahan jangan sampai terjadi. Nanti kita bingung mau kerja apa kalau BBM langka," ujarnya.

Sementara itu, nelayan di Bojongsalawe, Parigi, Asep Nandar, juga memastikan BBM bersubsidi masih tersedia dengan harga stabil.

"Di SPBU harganya masih Rp 10 ribu per liter. Kita tinggal menunjukkan barcode saja," kata Asep.

Asep berharap pemerintah terus melakukan langkah antisipatif agar pasokan BBM tetap terjaga dan tidak mengalami kelangkaan maupun kenaikan harga.

"Pemerintah harus antisipasi, jangan sampai langka dan mahal," ujarnya. (*)

Baca Berita-berita TribunPriangan.com Lainnya di Google News

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved