Sabtu, 25 April 2026

Petani di Cianjur Panen Padi Malam Hari

TERNYATA Ini Alasan Petani di Kabupaten Cianjur Panen Padi pada Malam Hari

Tak biasa, di bulan puasa seperti sekarang ini para petani di Kabupaten Cianjur memanen padi di malam hari usai Salat Tarawih.

tribunpriangan.com/ai sani nuraini
Di Bulan Puasa, Panen Padi di Cianjur Dilakukan Petani pada Malam Hari seusai Salat Tarawih 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Tak biasa, di bulan puasa seperti sekarang ini para petani di Kabupaten Cianjur memanen padi di malam hari usai Salat Tarawih.

Konon hal itu dilakukan karena panen padi di siang hari akan sangat menguras tenaga, ditambah dengan cuaca terik yang akhir-akhir ini terjadi hampir di seluruh wilayah termasuk di Kabupaten Cianjur.

Sawah yang padinya dipanen tersebut tepatnya berada di Kampung Marti Babakan, Rt 03/03, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Baca juga: Seleksi CPNS 2024 Segera Dibuka, Begini Cara Cek NIK yang Masih Aktif atau Tidak di Kemendagri

Ratna, salah seorang petani mengatakan, awalnya dirinya mendapat intruksi dari pemilik sawah untuk padinya segera dipanen.

"Tadi sebelum salat tarawih, saya diminta sama pemilik sawah untuk memanen padi di sawahnya, terserah katanya mau dipanen kapan," ungkapnya kepada Tribun, Kamis (21/3/2024) malam.

Setelah itu, dia menyetujuinya dan seuisai salat tarawih, ia memberitahukan kepada petani lainnya yang mau ikut memanen padi di sawah tersebut.

Baca juga: LOWONGAN KERJA Planning Officer Kementerian Kesehatan Ditutup Hari Ini, Begini Cara Daftarnya

Sebagai informasi, kegiatan memanen padi di Cianjur ini seringkali dilakukan dengan sistem upah jasa, nantinya padi yang petani hasilkan akan ditukar dengan sejumlah uang oleh pemilik lahan sawah.

"Sistemnya diupah, untuk panen kali ini satu kilogram padinya dihargai dengan Rp 700. Jadi penghasilan kita tergantung banyaknya padi yang bisa kita dapat. Itupun setiap orang akan berbeda pendapatannya tergantung dengan kecepatan para petani memanen atau ngarit," jelasnya.

Baca juga: Tarif Jalan Tol Trans Jawa Rute Semarang ABC-Solo Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Setelah padi dipanen pada malam hari, proses ngagebot (istilah bahasa sunda) atau proses perontokan padi adalah bertujuan untuk melakukan pemisahan butir gabah dari tangkai malainya, dengan memakai alat perontok padi tradisional yang masih banyak digunakan petani itu akan dilakukan pada sore hari jelang buka puasa.

"Kalau ngagebotnya biasanya sore hari jelang buka puasa, supaya cuaca adem dan tidak terlalu panas, ya sambil ngabuburit juga, jadi kalaupun capek sudah waktunya berbuka kita tinggal minum dan makan," pungkasnya. 

Baca juga: NASKAH KULTUM Ramadhan Hari Ini 23 Maret 2024, Bertemakan Hikmah dan Manfaat Puasa

Informasi tambahan, lokasi sawah tersebut tepat berada di belakang pemukiman rumah warga dan para petani yang memanen padi tersebut juga merupakan warga sekitar yang rumahnya tidak jauh dari sawah.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved