Senin, 27 April 2026

Ribuan Anak Putus Sekolah

13 Ribu Anak di Ciamis Tidak Sekolah, Kadisdik Ungkap Penyebabnya

Disdik Kabupaten Ciamis mengungkapkan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya mencapai sekitar 13 ribu orang berdasarkan data awal. 

|
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
ANAK TIDAK SEKOLAH - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Ciamis mencapai sekitar 13 ribu orang berdasarkan data awal. Kini pihaknya tengah melakukan klarifikasi data bersama pemerintah desa untuk memastikan kondisi riil di lapangan, Senin (27/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Anak Tidak Sekolah di Ciamis sekitar 13 ribu (usia 7–18), data masih diverifikasi. 
  • Penyebab: ekonomi, kerja, nikah dini, kurang dukungan, pesantren tak tercatat.
  • Solusi: PKBM jemput bola, ajak kembali sekolah.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mengungkapkan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya mencapai sekitar 13 ribu orang berdasarkan data awal. 

Angka tersebut masih terus diverifikasi karena diduga terdapat data yang tidak valid.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan klarifikasi data bersama pemerintah desa untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

“Sekitar 13 ribuan data awal, tapi ini masih kita verifikasi. Karena ada kemungkinan data itu sudah tidak valid, misalnya orangnya sudah pindah, tidak dikenal, atau bahkan sudah meninggal,” ujarnya saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Angka Tertinggi Anak Tidak Sekolah Ada di Jabar, KCD Wilayah XIII Masih Lakukan Pendataan

Menurut Erwan, meski terlihat besar, angka tersebut masih bersifat relatif jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Ciamis secara keseluruhan. 

Ia juga memastikan bahwa Ciamis bukan daerah dengan angka tertinggi di Jawa Barat.

“Posisi Ciamis tidak paling tinggi di Jawa Barat. Mudah-mudahan dengan proses verifikasi ini angkanya bisa terus berkurang,” katanya.

Adapun rentang usia yang tercatat pada data anak tidak sekolah di Ciamis yakni mulai usia 7 hingga 18 tahun.

Untuk menekan angka anak tidak sekolah, Dinas Pendidikan telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk melakukan sistem jemput bola.

Melalui pendekatan ini, petugas mendatangi langsung anak-anak yang putus sekolah guna mengidentifikasi penyebab serta mengajak mereka kembali mengenyam pendidikan, baik formal maupun nonformal.

“PKBM kita dorong untuk jemput bola. Mereka tidak hanya mengajak sekolah lagi, tapi juga mencari tahu kendala yang dihadapi anak-anak tersebut,” jelasnya.

Erwan memaparkan, terdapat sejumlah faktor utama yang menyebabkan anak putus sekolah di Ciamis

Diantaranya faktor ekonomi, baik karena ketidakmampuan maupun karena anak sudah bekerja dan merasa tidak perlu melanjutkan sekolah.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved