Jumat, 10 April 2026

Bencana Alam di Tasikmalaya

Longsor Jebol Dinding SDN 2 Leuwibudah Tasikmalaya, Sementara Murid Belajar di Teras

Material longsor dari tebing setinggi belasan meter menjebol dinding salah satu ruang kelas.

Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Istimewa
Material longsor menjebol dinding ruang kelas SD Negeri 2 Leuwibudah di Kampung Cukangawi, Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Hujan deras melanda wliayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (29/2/2024) sampai Jumat (1/2/2024) dini hari tadi.

Bencana longsor dan banjir diketahui terjadi di beberapa titik, salah satunya yang terdampak yakni SD Negeri 2 Leuwibudah di Kampung Cukangawi, Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (1/3/2024) dini hari.

Material longsor dari tebing setinggi belasan meter menjebol dinding salah satu ruang kelas.

"Enggak ada yang tahu longsornya jam berapa, tapi kemungkinan tadi subuh. Jadi baru ketahuan pas paginya," ujar Plt Kepala Sekolah SDN 2 Leuwibudah, Puloh Saepuloh kepada TribunPriangan.com pada Jumat (1/3/2024).

Puloh menuturkan, murid kelas tiga terpaksa melangsungkan Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) di teras depan sekolah.

Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang, Tutup Akses Jalan Sukaraja-Mangunreja di Tasikmalaya

Baca juga: 7 Caleg yang Berpeluang Jadi Anggota DPRD Jabar dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Ada Wajah Baru

"Anak-anak untuk sementara belajar di teras dulu. Soalnya tanah longsor belum dievakuasi, ini antisipasi saja takut ada hal-hal yang tidak dinginkan," kata Puloh.

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Erwin Softi Hardiana menambahkan, bahwa kejadian longsor tersebut belum bisa dipastikan tepatnya pukul berapa.

“Belum bisa dipastikan, tapi intinya, longsor terjadi pada saat dini hari. Alhamdulillah tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka,” ucapnya.

Baca juga: Rp13 Miliar Dialokasikan untuk Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya, DLH: Menurun dari Tahun Lalu

Adapun penyebab longsor, tambah Erwin, dikarenakan hujan besar yang melanda wilayah Kecamatan Sukaraja dan sekitarnya.

“Informasi awalnya itu dari pihak Dewan Sekolah. Makanya, kami, tim Tagana segera meluncur ke lokasi,” ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved