Kesehatan
10 Buah Ini Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes, tapi Mesti dengan Takaran yang Pas
10 Buah Berbahaya Bagi Kesehatan Penderita Diabetes, Bisa Berujung Kematian
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TRIBUNPRIANGAN.COM - Bagi penderita diabetes, penting untuk membatasi makanan tinggi karbohidrat untuk menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.
Terkait buah, hal ini bisa membingungkan karena buah merupakan makanan bergizi sekaligus tinggi gula alami (sejenis karbohidrat), seperti buah-buahan.
Baca juga: 9 Makan Sehat nan Nikmat Juga Aman Bagi Penderita Kolesterol, Ada Makanan Khas Indonesia
Lantas, buah apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes karena menyebabkan lonjakan gula darah?
1. Durian
Konsumsi durian yang berlebihan bagi penderita diabetes bisa berdampak buruk.
Makan durian terlalu sering dan melebihi batas aman dapat menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula darah dan memperumit masalah kesehatan.
Hal ini karena tingginya kandungan gula dan kalori dalam buah tersebut.
100 gram durian mentah Thailand mengandung 165 kalori dan 29 gram karbohidrat yang setara dengan semangkuk nasi.
Kandungan tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan 100 gram buah apel merah yang hanya mengandung 57 kalori dan 13 gram karbohidrat.
Artinya, jika Anda mengonsumsi satu buah durian kecil dengan berat sekitar 600 gram, Anda berarti mengonsumsi sekitar 990 kalori, meskipun ini bisa bervariasi tergantung jenisnya.
Baca juga: 7 Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Penderita Kolesterol, Ada yang Sering Dimakan Orang Indonesia
2. Pisang
Pengidap diabetes harus selalu menjaga pola makannya agar kadar gula dalam darahnya tetap stabil.
Salah satu caranya, adalah dengan menghindari bahan makanan yang tinggi akan kadar gula.
Nah buah pisang, dikutip dari Healthline, tinggi akan karbohidrat dan zat gula.
Ketika kadar gula dalam darah seseorang yang sehat (tanpa diabetes) naik, maka insulin akan keluar.
Insulin bekerja mengeluarkan gula dari darah dan memasukkannya ke dalam sel untuk disimpan.
Nah buah pisang, rata-rata mengandung sekitar 29 gram karbohidrat, 112 gram kalori, dan 15 gram gula.
Meski tinggi kadar gula, namun pisang juga mengandung 3 gram serat.
Serat sendiri adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh semua pengidap diabetes, dan bisa memperlambat perombakan dan penyerapan karbohidrat dan zat gula, sehingga bisa menghambat gula darah naik dengan cepat.
Jadi pada intinya, pisang aman-aman saja dimakan oleh penderita diabetes, asal dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Baca juga: Wow, Ternyata Temulawak Dipercaya Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol Pemicu Terjadinya Hipertensi
3. Mangga
Mangga mengandung gula alami, yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah.
Asupan mangga untuk penderita diabetes biasanya tidak dianjurkan karena karbohidrat dalam mangga meningkatkan kadar gula darah dan dapat menyebabkan kondisi medis sekunder.
Mangga masih bisa dikonsumsi dengan takaran 45-60 gram karbohidrat setiap kali makan dan 15 hingga 30 gram untuk camilan.
Dengan begitu, penderita diabetes masih bisa mengonsumsi buah mangga dalam porsi sedang untuk mengontrol gula darahnya.
Selain porsi, jaga jarak antara konsumsi buah sepanjang hari.
Hal ini untuk memastikan bahwa penderita diabetes tidak mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar sekaligus karena dapat memengaruhi kadar glukosa darah setelahnya.
4. Nanas
Nanas memiliki skor GI sedang, yang berarti ia memiliki efek lebih besar terhadap glukosa darah dibandingkan buah lainnya.
Secara umum, kategori indeks glikemik dikatakan rendah jika memiliki skor di bawah 55, sedang jika skor antara 56 dan 69, dan disebut tinggi jika memiliki skor 70 atau lebih.
Buah nanas diketahui memiliki skor 66, sehingga buah ini masuk dalam kategori GI sedang.
Salah satu faktor yang mempengaruhi GI nanas adalah tingkat kematangan Buah nanas yang lebih matang cenderung memiliki skorindeks glikemik lebih tinggi.
Baca juga: 15 Kebiasaan Ini Sebabkan Kolestrol Jadi Tinggi, Mulai dari Makanan hingga Pemakaian Ini
5. Nangka
Nangka merupakan buah dengan daging yang manis dan aroma yang harum. Tak hanya daging buahnya, biji nangka juga dapat dikonsumsi.
Nangka sebagian besar terdiri dari karbohidrat, dalam bentuk gula alami sehingga nangka dapat memengaruhi kadar gula darah.
Nangka memiliki indeks glikemik sedang (GI), yakni sekitar 50-60 pada skala 100.
GI adalah ukuran seberapa cepat makanan menyebabkan kadar gula darah meningkat.
Dengan demikian jika Anda menderita diabetes, Anda dapat mengonsumsi nangka secukupnya.
Namun, karena rendah serat dan tinggi karbohidrat yang akan meningkatkan gula darah, penting untuk memilih ukuran porsi yang sesuai, seperti 75 gram yang akan menyediakan 18 gram karbohidrat.
Glukosa atau gula murni memiliki GI 100 dan menyebabkan peningkatan gula darah paling cepat.
Baca juga: 6 Buah yang Aman Dikonsumsi saat Perut Kosong di Pagi Hari, Cocok Bagi Pengidap Asam Lambung
6. Sawo
Sawo yang manis memiliki kalori dalam jumlah cukup tinggi, yakni 140 kalori per 170 gram.
Tingginya kalori buah ini membuat seseorang perlu membatasi porsinya saat diet karena berpotensi menaikkan berat badan.
Selain itu, bagi penderita obesitas, Kementerian Kesehatan turut mengimbau untuk menghindari buah berenergi tinggi termasuk sawo agar berat badan tak semakin bertambah.
7. Rambutan
Makan rambutan dalam jumlah banyak, terutama buah yang terlalu matang berisiko meningkatkan kadar gula dalam darah.
Buah ini terdiri dari 31 gram karbohidrat untuk setiap 100 gramnya. Sebagian dari total karbohidrat rambutan juga terdiri dari gula alami.
Belum lagi, buah yang terlalu matang memiliki rasa lebih manis, sehingga kandungan gulanya pun lebih tinggi.
Kendati demikian, membatasi konsumsi rambutan sebanyak 100 gram atau sekitar 3-4 buah per hari relatif aman untuk kadar gula darah maupun kesehatan secara umum.
Baca juga: 4 Buah Wajib Dikonsumsi Bagi Penderita Kolestrol Jika Ingin Sembuh, Asam Urat Juga Bisa
8. Kelengkeng
Meski membantu meningkatkan kekebalan tubuh karena tingginya vitamin C, kandungan gula dalam buah ini cukup mengkhawatirkan, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak.
Setiap ons atau 100 gram kelengkeng segar mengandung sekitar 20,7 gram karbohidrat.
Angka tersebut berpotensi meningkatkan kadar gula darah pada orang yang rentan, seperti penderita diabetes.
Sementara itu, beberapa produk kelengkeng kalengan juga kerap ditambahkan pemanis, sehingga kalorinya jauh lebih besar daripada buah segar.
Kondisi tersebut berpotensi semakin mengganggu penderita diabetes serta orang yang tengah menjalani diet rendah gula.
9. Manggis
Konsumsi manggis pada penderita diabetes dapat mengurangi resistensi insulin.
Kendati demikian, penderita diabetes juga harus membatasi konsumsi manggis.
Pasalnya, meskipun nilai GI dalam manggis rendah, kandungan gula alami yang ada di dalamnya juga dapat membuat lonjakan pada kadar gula darah bila dikonsumsi berlebihan.
Penderita diabetes dianjurkan untuk memilih manggis segar, matang, kulit halus, dengan jumlah daging yang bisa dimakan sekitar 100-150 gram sehari.
Selain itu, hindari makan manggis kalengan atau beku, karena berpotensi menyebabkan kenaikan gula darah setelah makan.
Baca juga: 7 Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Penderita Kolesterol, Ada yang Sering Dikonsumsi Warga Indonesia
10. Anggur
Seseorang bisa mengalami hipoglikemia, yakni kadar gula yang turun hingga dalam tingkat yang sangat rendah.
Hal ini termasuk bagian dari mengkonsusmsi Anggur baik dalam bentuk minuman maupun buah.
Selain itu, ada alasan lain untuk memperhatikan kadar gula darah saat minum, yakni beberapa minuman beralkohol, termasuk minuman yang menggunakan jus atau pencampur gula yang tinggi, dapat meningkatkan gula darah.
Itudia 10 buah yang mendapat lampu merah bagi mereka penderita Diabetes, terus jaga kesehatan dan atur pola makan, semoga artikel ini bermanfaat yah.(*)
Sumber : Kompas (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10)
Simak berita update Tribunpriangan.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasii-buah-buahan-GOOGLE-via-TribunKaltimcom.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.