Selasa, 12 Mei 2026

Gempa Kembali Guncang Sumedang

Mengenal Sesar Tampomas, Sesar Aktif yang Diduga Jadi Penyebab Gempa Sumedang Sebanyak 3 Kali

Gempa tektonik yang mengguncang kota Sumedang, pada Minggu (31/12/2023) malam, higga kini masih belum bisa diidentifikasi pusat pregeserannya

Tayang:
BMKG
Mengenal Sesar Tampomas, Sesar Aktif yang Diduga Jadi Penyebab Gempa Sumedang Sebanyak 3 Kali 

Sesar besar ini merentang dari Serang di barat sampai Surabaya di timur, membujur sepanjang pantura Jawa.

Baca juga: 331 Pasien RSUD Sumedang Dievakuasi, 3 Bangunan RS Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4.8

Melewati aneka kota penting Meliputi Jakarta, Subang, Cirebon, Semarang, Purwodadi (Grobogan) & Surabaya.

Sesar Tampomas mungkin adalah sesar orde kedua dari sesar Baribis-Kendeng, atau bisa disebut sebagai sesar cabang.

Karena kedudukan lintasannya yang menyudut (hingga hampir tegak lurus) terhadap Sesar Baribis-Kendeng.

Selain Sesar Tampomas yang sudah masuk peta sesar aktif PusGen (pusat studi gempa bumi nasional) Balitbang @KemenPU, di Sumedang, ada Sesar Cileunyi-Tanjungsari yang juga diduga aktif hingga saat ini.

Sesar ini pada dasarnya perpanjangan Sesar Tampomas yang membentang dari Sumedang sampai Cileunyi.

Baca juga: Tepat Perayaan Tahun Baru, Warga Sumedang Kembali Rasakan Gempa Susulan

Sebab diketahui, ibukota kota Kabupaten Sumedang adalah Kecamatan Sumedang Utara.

Kabupaten berbatasan dengan Kabupaten Indramayu di utara, Kabupaten Majalengka di timur, Kabupaten Garut di selatan, serta Kabupaten Subang, Bandung, dan Bandung Barat di barat.

Gempa Sumedang sendiri merupakan gempa darat, 2 km Timur Laut Kabupaten Sumedang) dengan kedalaman 5 km.

Getaran gempa dirasakan (MMI) III-IV Sumedang, III Lembang, II – III Subang, II-III Bandung, II Garut

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi secara detil dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat.

"Untuk saat ini, kami sifatnya masih memonitor, belum bisa memastikan sumber dari gempa ini. Sehingga, kami belum bisa memastikan penyebabnya. Karena, ada yang lebih urgent yaitu menenangkan dan menyelamatkan warga terlebih dahulu," ujar Kepala BMKG Dwikorita saat jumpa pers via Zoom Meeting, Senin (1/1/2024) dini hari WIB. (*)

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved