Selasa, 19 Mei 2026

Wisata Pangandaran

Gua Sinjang Pangandaran, Panoramanya Indah Melebihi Green Canyon

Gua Sinjang Pangandaran, Panoramanya Indah Melebihi Green Canyon bisa jadi tempat alternatif liburan akhir tahun

Tayang:
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
google maps : alam pangandaran
Gua Sinjang Pangandaran, Panoramanya Indah Melebihi Green Canyon bisa jadi tempat alternatif liburan akhir tahun 

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Tak banyak yang tahu lokasi Gua Sinjang Lawang di Dusun Parinengan, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Pangandaran.

Gua ini memiliki panjang sekitar 500 meter yang dilewati oleh aliran Sungai Cijulang, serta memiliki lebar sekitar 65 meter dengan tinggi 60 meter.

Menyusuri gua ini dapat dilakukan dengan cara berenang menggunakan pelampung, helm, head lamp, dan ban karet yang disediakan pemandu wisata dari Cukang Taneuh atau Green Canyon yang ditunjuk oleh warga dusun tersebut untuk menemani pengunjung.

hal tersebut dilakukan, karena warga di dusun tersebut belum ada yang ahli dan berpengalaman memandu penyusuran gua, namun disamping itu pun, para warga setempat tak ingin melewatkan keelokan gua tersebut yang dapat dikelolah menjadi obyek wisata andalan mengalahkan Green Canyon.

Baca juga: Ingin Wisata ke Green Canyon Pangandaran? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut Sebelum Berkunjung

Baca juga: Tak Kalah dengan Green Canyon, Ini Beberapa Tempat Eksotis di Pangandaran

Obyek wisata ini bisa diakses dari kawasan Pantai Pangandaran dengan mengambil rute ke arah obyek wisata Citumang yang berada satu jalur menuju kawasan Pantai Batu Karas atau Greend Canyon, yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju Dusun Parinengan.

Setibanya di Dusun Parinengan, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak menuju mulut gua dengan jarak 1 km, atau bisa langasung menuju ke mulut gua dengan menggunakan ban karet dengan menyusuri aliran sungai.

Kedalaman aliran sungai di dalam gua sendiri bervariasi, mulai dari yang dangkal hingga yang dalam, yakni 1,5 meter hingga 3 meter, namun pengunjung juga dapat melaluinya dengan bantuan pelampung atau ban karet.

Baca juga: Goa Malawang, Destinasi Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Tasikmalaya

Saat menyusuri gua sepanjang 500 meter, pengunjung akan menikmati fenomena alam di dinding dan langit- langit gua berupa stalaktit.

 Saat siang hari, tepat di tengah-tengah gua, pengunjung bisa melihat sinar matahari menembus gua melalui langit-langit gua yang terbuka lebar.

Goa Sinjang Lawang di Pangandaran
Goa Sinjang Lawang di Pangandaran (TribunNews.com/ Mega Nugraha)

Pemandangan sinar matahari menembus gua itu menjadi pemandangan menarik karena berkelindan dengan stalaktit, serta ukiran batu hasil proses alam.

Tidak hanya itu, sinar matahari yang menembus gua dari atap gua lalu mengenai air di aliran sungai ini juga memantulkan warna hijau toska, hijau, dan merah ke dinding-dinding gua, yang merupakan perpaduan warna yang bisa dilihat di dinding gua ini bisa membuat pengunjung takjub, adapun tepat di ujung gua, pengunjung akan melihat fenomena alam di langit-langit gua, berupa ukiran batu membentuk hati.

Baca juga: Kampung Turis Pangandaran, Wisata Kuliner Instagramable, Nyaman, dan Romantis

Setelah menikmati pemandangan batu-batu kapur dalam bentuknya yang unik, pengunjung pun akan mengakhiri perjalanan di ujung gua yang dikelilingi hutan kecil milik warga, karena belum ada akses menuju titik pertama dari ujung gua, untuk kembali pulang pengunjung harus kembali menyusuri gua.

Bisa kembali dengan berenang atau berjalan di batuan kapur di atas aliran sungai di dalam gua, hanya saja, jika memilih pulang dari gua dengan berjalan di batuan kapur, harus dilakukan ekstrahati-hati karena jalan licin, itu sebabnya, lebih baik melawan arus air yang tenang untuk kembali ke titik pertama penelusuran gua.

Warga dusun tersebut menamakan gua ini Sinjang Lawang

Gua Sinjang Lawang di Pangandaran Lebih Eksotis dari Green Canyon
Gua Sinjang Lawang di Pangandaran Lebih Eksotis dari Green Canyon - Tribunnews.com

Disebut Sinjang Lawang karena di dinding di mulut gua ini terdapat ukiran batu mirip batik yang tercipta karena proses alam, yang membentuk motif batik khas Sunda dalam kain sinjang atau dalam bahasa Indonesia disebut sarung.

Gua yang dialiri sungai bawah tanah Cijulang ini terbilang kawasan wisata baru di Kabupaten Pangandaran meski keberadaannya sudah sejak lama. Sejak dua bulan lalu, gua ini diperkenalkan pada dunia luar, karena hal itulah, warga di sana sangat antusias membangun prasarana wisata dengan keyakinan bahwa mereka  bisa berdaya secara ekonomi dengan memanfaatkan gua tersebut sebagai objek wisata alam.

Baca juga: Wisata Bandung Rumah Guguk, Destinasi yang Cocok Bagi Para Pecinta Hewan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved