Kuliner Sumedang
Menyantap Mie Ayam Kazozo, Kuliner Sumedang dengan Toping Jamur Kancing
Jamur kancing ini memberikan sensasi berbeda, karena saat dikunyah, jamur akan terasa kenyal dan gurih.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Air mendidih di dalam kuali membuyarkan segenggam mie yang baru saja dicelupkan seorang juru masak di lapak Mie Ayam Kazozo.
Suara didihan air itu tak terdengar "nyéngsréng" karena bising kendaraan yang melintas di Jalan Raya Bandung-Garut. Akan tetapi, mie tetap mengembang dan matang.
Selain mie, dalam air bergolak itu sesekali terlihat irisan sawi menyembul.
Baca juga: Kuliner di Soto Betawi Khas A&R Resto Pangandaran, Cocok Disantap Bersama Emping!
Juru masak buru-buru memisahkannya ke dalam mangkuk yang telah dilumuri bumbu, sebelum akhirnya mie juga diangkat dari godokan.
Itulah sajian dasar mie ayam di lapak Mie Ayam Kazozo. Mie dan sawi lalu diaduk dengan sumpit agar bumbu merata.
Terakhir, adalah topingnya yakni irisan daging ayam yang telah dimasak sedemikian matang.
Bedanya dengan mie ayam lain, kuliner Mie Ayam Kazozo yang berada di Desa Sayang, Jatinangor, Sumedang ini, memasak irisan daging ayam dengan campuran jamur kancing.
Jamur kancing ini memberikan sensasi berbeda, karena saat dikunyah, jamur akan terasa kenyal dan gurih.
Baca juga: RESEP Tahu Mercon, Kuliner dengan Berbahan Dasar Tahu Sumedang Legendaris yang Wajib Dicoba
Meski dimasak bersama daging ayam yang empuk, jamur tidak terlalu lembek, teksturnya tetap chewy atau bisa digigit.
"Kami cuma bekerja. Semua bahan disiapkan dan dikirim dari Ujungberung," Elit Triadi (26) saat dikunjungi TribunJabar.id, Kamis (9/11/2023) petang.
"Kalau lagi betul-betul rame, upah saya seorang bisa Rp2 juta. Itu dari hasil persentase dengan pemilik," kata Elit melanjutkan.
Kondisi ramai pembeli mungkin bisa menghabiskan bahan mi sebanyak 10 kilogram.
Baca juga: RESEP Tahu Isi Saus Gula Merah, Kuliner Berbahan Dasar Tahu Sumedang yang Nikmat dan Bikin Nagih
Di tempat itu, tersedia bukan hanya mi ayam, tapi juga kwetiaw. Harga kedua jenis sajian itu berkisar antara Rp12-18 ribu per porsi, disesuaikan dengan tambahan bakso, cékér, tahu, atau pangsit.
Sinta Rani Gustiani (32), warga Desa Sayang, Jatinangor baru saja menghabiskan seporsi mie ayam di Lapak Mie Ayam Kazozo, waktu TribunJabar.id menghampirinya.
Perempuan berjilbab dengan kacamata diangkat ke dahi itu, datang bersama seorang temannya.
"Enak mie ayamnya, harganya terjangkau. Dalam sebulan, mestilah tiga kali makan mi ayam di sini," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/mie-ayam-Kazozo.jpg)