Sabtu, 2 Mei 2026

107 Bayi dan 6 Bumil Hilang Nyawa saat Persalinan di RSUD Sumedang Sepanjang 2023

107 Bayi dan 6 Bumil Hilang Nyawa saat Persalinan di RSUD Sumedang Sepanjang 2023

Tayang:
Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
107 Bayi dan 6 Bumil Hilang Nyawa saat Persalinan di RSUD Sumedang Sepanjang 2023 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebanyak 3.368 bayi lahir saat persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat  pada periode Januari hingga 1 Oktober 2023.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 bayi  dilaporkan meningggal dunia. 

Kasus teranyar, seorang ibu bernama Mamay Maida (27), warga Dusun Cipeureu RT03/RW01, Desa Buanamekar, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang meninggal dunia bersama bayinya saat persalinan di RSUD Sumedang, Minggu (1/10/2023).

"Periode Januari hingga 1 Oktober 2023, ada 107 kasus kematian bayi dan 6 kasus kematian ibu saat jalani persalinan di RSUD Sumedang," kata Humas RSUD Sumedang, Rudianto kepada TribunPriangan.com, Minggu (8/10/2023). 

Rudianto menyebutkan, Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) di RSUD Sumedang cenderung fluktuatif. 

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata Rudianto, tercatat adanya penurunan kasus kematian ibu dan bayi saat persalinan di  RSUD Sumedang. 

"Jika dibandingkan tahun sebelumnya menurun. Ada 11 kasus kematian ibu pada 2022, dan 178 kasus kematian bayi, " kata Rudianto. 

Rudianto mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kematian bayi saat proses persalinan

Menurutnya, sebagian besar bayi meninggal dunia tersebut akibat IUFD (Intrauterine fetal death) atau kondisi janin yang meninggal di dalam kandungan. 

Kemudian, kata Rudianto, kasus kedua terbanyak adalah akibat bayi terlahir prematur atau belum waktunya lahir.

"Mayoritas penyebabanya akibiat IUFD, dan  disebabkan karena kelahiran prematur," ucapnya. 

Selain itu, kata Rudianto, penyebab kematian ibu hamil saat persalinan di Rumah Sakit berpelat merah ini secara umum disebabkan oleh penyakit penyerta yang dideritanya, seperti jantung dengan hipertensi atau tanpa hipertensi. 

"Kami terus berupaya melakukan pencegahan dan menekan angka kematian ibu dan bayi," katanya.(*) 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved