Sabtu, 11 April 2026

Lima Tahun Dony-Erwan di Sumedang, Aktifkan Magrib Mengaji hingga Guru Ngaji Terdaftar BPJS

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebagai cucu ulama terkemuka di Kabupaten Sumedang, Mama Satibi (KH. Muhammad Syatibi), Bupati Sumedang Dony Ahmad Muni

Penulis: Kiki Andriana | Editor: bisnistribunjabar
Foto : Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan berpamitan kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Senin (18/9/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebagai cucu ulama terkemuka di Kabupaten Sumedang, Mama Satibi (KH. Muhammad Syatibi), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjalankan kepemimpinannya dengan corak agama Islam yang kental.

Sehari setelah dilantik pada 20 September 2018 bersama Wakil Bupati, Erwan Setawan, Dony langsung menjalankan kebijakan yang mengharuskan para aparatur sipil negara (ASN) membaca Al-Quran di waktu setelah salat magrib.

Ketika Covid-19 melanda, para ASN sudah berada di rumah masing-masing. Tetapi mengaji waktu magrib dilakukan secara bersama-sama melalui jaringan internet. Jadilah program Magrib Mengaji Online (MMO), yang tersiar di Facebook dan live Instagram.

Dony berpandangan bahwa Magrib Mengaji adalah hal baik yang telah membudaya di masyarakat Sumedang. Namun, kini telah jarang diperhatikan. Maka perlu aktifitas itu diaktifkan kembali.

Hal ini juga bagian dari visi Sumedang Simpati, yaitu "Agamis Akhlaknya". MMO dilaksanakan seusai magrib hingga menjelang salat Isya, dari Senin-Jumat.

Dony-Erwan bukan hanya mengaktifkan hal baik dalam keagamaan, namun juga memperhatikan para guru mengaji di kampung-kampung di Sumedang.

Sebagai bentuk perhatian kepada guru ngaji yang telah memberikan kontribusi dalam pendidikan dasar keagamaan, setiap tahunnya diberikan insentif.

"Bahkan ada juga jaminan hari tua dan santunan kematian, dengan mengikutsertakan guru ngaji sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Bupati dalam jawaban atas wawancara TribunJabar.id, Senin (18/9/2023).

Dony-Erwan juga berpandangan bahwa guru-guru mengaji haruslah profesional. Dengannya, dibuatlah Uji Kompetensi Guru Diniyyah dalam rangka menciptakan guru yang profesional, kompeten, memiliki pengalaman, dan sikap yang baik.

"Taklim untuk aparatur digelar setiap bulan di masing-masing organisasi perangkat daerah. Para ASN juga mengikuti pesantren kilat, begitu juga para kepala desa," kata Dony.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved